Tautan-tautan Akses

Sosok Misterius Pria Jepang Pemegang Hak Asuh 13 Anak Thailand


Kepolisian Thailand menampilkan foto anak-anak dari seorang pria Jepang yang dilahirkan oleh para ibu pengganti, di Chonburi, Thailand, 12 Agustus 2014. (Foto:dok)

Seorang pengusaha Jepang yang memenangkan hak asuh untuk 13 anak yang lahir dari ibu pengganti atau surrogate mothers di Thailand ternyata tidak banyak dikenal di negara asalnya.

Mitsutoki Shigeta, yang diberi hak asuh tunggal oleh pengadilan di Thailand pada Selasa (20/2), adalah putra dari pendiri perusahaan telekomunikasi dan asuransi Hikari Tsushin. Sebagai pemegang saham utama, dia meraup miliaran dolar dari dividen setiap tahunnya. Tapi dia memilih untuk menghindar dari sorotan.

Ibu pengganti atau surrogate mothers adalah perempuan yang terikat perjanjian dengan pasangan suami-istri atau klien lainnya untuk mengandung benih dari klien tersebut dengan imbalan tertentu.

Baca: Pria Jepang Menang Hak Asuh 13 Anak Thailand dari Ibu Pengganti

Sorotan media terhadap Shigeta setelah penemuan bayi-bayi di sebuah kondominium di Bangkok pada 2014, mereda. Banyak pihak menengarai hal itu disebabkan tuntutan pencemaran nama baik dan tekanan yang diajukan oleh perusahaan ayahnya. Media berbahasa Jepang merujuk dia sebagai pria tak dikenal berusia 28 tahun.

Informasi dari putusan pengadilan pada Selasa, dari para dokter dan sebuah klinik fertilitas juga tidak membantu menyingkap misteri Shigeta.

Pengacara Jepang yang diberitakan mewakili Shigeta menolak untuk membahas kasus itu. Para pejabat di Hikari Tsushin juga menolak berkomentar.

Perusahaan itu dimulai sebagai perusahaan perniagaan telepon bisnis dan peralatan kantor. Sekarang, perusahaan itu diperdagangkan di Bursa Saham Tokyo dan memiliki lebih dari 180 anak perusahaan. Shigeta adalah anak tertua dari tiga bersaudara pendiri perusahaan itu, Yasumitsu Shigeta. Shigeta memiliki bisnis di Thailand dan Kamboja, tempat dia memiliki anak melalui ibu pengganti.

Wassana Meechamnarn, 32, seorang mantan ibu pengganti, berbicara kepada seorang penyidik untuk memberi keterangan sebagai saksi skandal kelahiran bayi-bayi dari ibu pengganti yang melibatkan pengusaha Jepang, di kantor polisi Lumpini, di Thailand, 25 Agustus 2018.
Wassana Meechamnarn, 32, seorang mantan ibu pengganti, berbicara kepada seorang penyidik untuk memberi keterangan sebagai saksi skandal kelahiran bayi-bayi dari ibu pengganti yang melibatkan pengusaha Jepang, di kantor polisi Lumpini, di Thailand, 25 Agustus 2018.

Beberapa tabloid Jepang pada 2014 memberitakan bahwa Shigeta mengungkapkan dia ingin memproduksi 100 hingga 1.000 anak. Bila dia berhasil, biayanya akan jutaan dolar. Dia mencari peralatan yang bisa membekukan dan mengawetkan sperma “kualitas tinggi” miliknya di rumah agar dia bisa tetap memproduksi anak hingga usia tua, menurut laporan media Jepang.

Para pejabat berwenang Thailand menepiskan kemungkinan perdagangan manusia dan motif-motif kriminal lainnya.

Mariam Kukunashvili, pendiri klinik New Light di Thailand yang merekrut beberapa ibu pengganti bayi-bayi tersebut mengatakan kepada Associated Press pada 2014, bahwa Shigeta mengatakan kepadanya “dia ingin punya 10-15 bayi dalam setahun dan dia ingin terus membuat anak sampai dia meninggal.” Menurut Kukunashvili, Shigeta juga megatakan kepadanya bahwa dia ingin maju dalam pemilihan umum dan menang dengan menggunakan suara dari keluarga besarnya.

Kasus Shigeta dan beberapa kasus lainnya telah mendorong pemerintah Thailand untuk melarang praktek kehamilan dengan ibu pengganti secara komersial untuk warga asing. Akibatnya, banyak warga asing beralih ke Kamboja untuk mencari ibu pengganti. Tapi Kamboja juga kemudian melarang praktek ini. [fw/au]

XS
SM
MD
LG