Tautan-tautan Akses

Skandal Inggris Ancam Bisnis News Corp di AS


Mogul media, Rupert Murdoch, menjadi buruan media massa sejak munculnya skandal peretasan telepon di Inggris oleh diduga dilakukan salah satu anak perusahaan medianya.
Mogul media, Rupert Murdoch, menjadi buruan media massa sejak munculnya skandal peretasan telepon di Inggris oleh diduga dilakukan salah satu anak perusahaan medianya.

News Corp yang berkantor pusat di Amerika menjadi sorotan karena skandal peretasan telepon di Inggris yang punya implikasi hukum dan bisnis yang serius bagi perusahaan media raksasa itu, karena Amerika mencermati tindak tanduk News Corp dan pimpinannya, Rupert Murdoch.

Dampak tuduhan peretasan di Inggris dapat melintasi samudera sampai ke New York, di mana News Corp berbasis. Anggota Fraksi Republik di Kongres Peter King dan beberapa senator meminta diadakannya penyelidikan untuk menentukan apakah News Corp melanggar hukum AS. Jaksa Agung Amerika Eric Holder, Badan Pengawas Pasar Modal Amerika (SEC) dan FBI menanggapinya dengan mengadakan penyelidikan pendahuluan.

Jay Fahy, mantan jaksa federal dan pengacara kriminal, menjelaskan aturan hukum yang menyangkut masalah itu. Ia mengatakan, “Dari apa yang kami ketahui, kasus itu menyangkut Undang-undang tentang Praktik Korupsi di Luar Negeri dan mungkin beberapa pelanggaran kerahasiaan pribadi karena meretas rekaman-rekaman telepon genggam. Mungkin juga menyangkut penyuapan apabila perusahaan-perusahaan telepon genggam disogok.”

News Corp dituduh menyuap kepolisian Inggeris untuk mendapat informasi berita yang bisa dimuat dalam tabloidnya, News of the World. Undang-undang mengenai Praktek Korupsi di Luar Negeri melarang penyuapan, termasuk perusahaan-perusahaan Amerika yang beroperasi di luar negeri. Mantan redaktur News of the World, Andy Coulson, yang pernah menjadi juru bicara Perdana Menteri Inggris David Cameron ditahan sehubungan dengan kasus tersebut, yang bukan hanya melibatkan perekaman pembicaraan telepon-telepon genggam di Inggeris, tetapi juga para korban insiden 11 September di Amerika.

Di Amerika, pimpinan News Corp, Rupert Murdoch, dikecam melakukan konsolidasi media, menghilangkan pandangan masyarakat yang beragam yang diperlukan untuk membuat keputusan-keputusan dalam sebuah masyarakat demokratis. Salah satu pengecamnya adalah Dean Starkman, yang adalah salah seorang redaktur Columbia Journalism Review. Menurutnya, “Saat ini, dengan adanya skandal di Inggris, kemungkinan akan ada perubahan radikal dalam dunia media massa baik di Amerika maupun seluruh dunia.”

Lebih jauh, Starkman mengatakan skandal peretasan telepon bisa memberi kesempatan perusahaan-perusahaan media massa yang lebih kecil untuk menantang kekuasaan yang dimiliki perusahaan News Corp. Kekuasaan tersebut termasuk 27 lisensi penyiaran di Amerika yang dikeluarkan oleh Komisi Komunikasi Federal Amerika (FCC). Jay Fahy mengatakan FCC bisa menolak memperbaharui lisensi-lisensi itu.

“Jika FCC bersikap keras dalam masalah ini, dan apabila terbukti Murdoch atau anaknya atau orang-orang pada tingkat atas dalam perusahaan tahu tentang hal itu, masalah ini bisa mengakibatkan mereka kehilangan lisensi-lisensi itu yang berarti akhir dari kebesaran News Corp,” ujarnya.

Rupert Murdoch mengatakan kepada The Wall Street Journal, yang dimilikinya, bahwa ia membentuk komisi independen untuk menyelidiki tuduhan menggunakan cara-cara pemberitaan yang tidak sah yang menggoncang perusahaannya.

XS
SM
MD
LG