Tautan-tautan Akses

Situs Berita Hong Kong Tutup Saat Parlemen Pro-Beijing Dilantik


Pimpinan media Citizen News (Zhongxin) Hong Kong, mantan ketua Asosiasi Jurnalis Hong Kong Yang Jianxing dan pemimpin redaksi Citizen News (Zhongxin) Li Yuehua, dalam konferensi pers Januari 2022.(Foto: Reuters)
Pimpinan media Citizen News (Zhongxin) Hong Kong, mantan ketua Asosiasi Jurnalis Hong Kong Yang Jianxing dan pemimpin redaksi Citizen News (Zhongxin) Li Yuehua, dalam konferensi pers Januari 2022.(Foto: Reuters)

Hong Kong, Senin (3/1), melantik para anggota baru Dewan Legislatif-nya yang terpilih melalui pemilihan tanpa kandidat oposisi, sementara sebuah media berita pro-demokrasi terakhir yang tersisa di kota itu mengumumkan penutupannya.

Para pendiri outlet berita Citizen News mengatakan bahwa meskipun mereka belum dihubungi oleh polisi keamanan nasional Hong Kong, kebebasan media yang memburuk di pusat keuangan itu membuat tidak jelas apakah pelaporan mereka melanggar hukum atau tidak. Mereka mengatakan situs berita itu akan berhenti terbit mulai Selasa.

“Kami semua sangat menyukai Hong Kong. Sayangnya, apa yang ada di depan kita bukan hanya hujan lebat atau angin bertiup, tetapi badai dan tsunami,'' kata Citizen News dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, ketika awalnya mengumumkan penutupan itu.

Citizen News adalah outlet berita ketiga yang ditutup dalam beberapa bulan terakhir, setelah surat kabar pro-demokrasi Apple Daily dan situs online Stand News. Gerai ini didirikan pada 2017 oleh sekelompok jurnalis berpengalaman. Meskipun kecil, media ini berfokus pada berita-berita politik dan analisis, serta investigasi.

Ruang untuk menerbitkan berita-berita semacam itu telah menyusut sejak pemerintah pusat di China memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional di Hong Kong pada 2019, menyusul protes besar-besaran anti-pemerintah.

Ketika pihak berwenang meningkatkan upaya penangkapan terhadap para aktivis politik, banyak kelompok hak-hak sipil dan serikat pekerja dibubarkan, dan beberapa aktivis melarikan diri. Media-media independen telah menjadi salah satu korban yang paling menonjol dari tindakan keras yang sedang berlangsung itu.

“Apa yang kami pahami tentang kebebasan pers telah banyak berubah,'' kata Chris Yeung, pendiri dan editor di Citizen News. ''Apa batasnya antara kebebasan dan apa yang selalu ditekankan oleh pemerintah sebagai tanggung jawab atau kewajiban seperti menegakkan keamanan nasional, ketertiban umum, dan lain-lain.''

Yeung mengatakan pada konferensi pers, Senin, pemicu keputusan mereka untuk menutup media itu adalah apa yang terjadi pada Stand News. Pekan lalu, pihak berwenang menggerebek Stand News dan menangkap tujuh orang -- termasuk editor dan sejumlah mantan anggota dewan redaksinya -- karena diduga bersekongkol untuk menerbitkan materi-materi hasutan. Stand News mengumumkan pada hari yang sama bahwa mereka akan berhenti beroperasi. Dua mantan editor Stand News yang ditangkap kemudian secara resmi didakwa melakukan penghasutan.

Pada musim panas lalu, pihak berwenang memaksa penutupan Apple Daily, surat kabar milik taipan media dan aktivis demokrasi Jimmy Lai. Lai saat ini berada dalam penjara dan pekan lalu didakwa melakukan penghasutan. [ab/ka]

Recommended

XS
SM
MD
LG