Tautan-tautan Akses

Sidang Korupsi PM Israel Berlanjut Kembali Jelang Pemilu Parlemen


PM Israel Benjamin Netanyahu dalam sidang di pengadilan distrik di Yerusalem, 8 Februari 2021.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara singkat muncul di ruang sidang pengadilan Yerusalem, Senin (8/2). Ia hadir untuk menanggapi secara resmi tuduhan korupsi hanya beberapa pekan sebelum pemilu parlemen berlangsung yang diharapkannya akan memperpanjang masa jabatannya selama 12 tahun.

Netanyahu didakwa tahun lalu karena menipu, melanggar kepercayaan, dan menerima suap dalam tiga kasus terpisah. Dalam beberapa bulan terakhir, Israel telah mengadakan protes mingguan yang meminta dirinya untuk mengundurkan diri atas tuduhan-tuduhan itu dan mengkritik tanggapan pemerintahnya terhadap krisis virus corona. Aksi para pengunjuk rasa yang berkumpul di luar gedung pengadilan terdengar di dalam ruangan tempat sidang diadakan.

Ia dituduh menerima hadiah mewah dari teman-temannya yang kaya dan menawarkan untuk memberikan bantuan kepada konglomerat-konglomerat media yang berpengaruh dengan imbalan liputan yang menguntungkan tentang ia dan keluarganya. Sidang terbaru ini sebelumnya sempat direncanakan berlangsung bulan lalu namun tertunda karena lockdown.

Pemimpin terlama Israel ini merupakan perdana menteri pertama yang diadili karena korupsi. Undang-undang Israel mewajibkan menteri kabinet untuk mengundurkan diri ketika dituduh melakukan tindak pidana, tetapi undang-undang itu tidak secara khusus membahas kasus perdana menteri yang didakwa.

Netanyahu telah membantah melakukan kekeliruan dan menganggap tuduhan-tuduhan terhadapnya sebagai tindakan mengada-ada yang dirancang oleh para penegak hukum dan media yang bias. Ia menolak untuk mundur dan telah memanfaatkan kantornya sebagai sarana untuk menindas para pengecamnya dan sistem peradilan pidana.

PM Israel Benjamin Netanyahu sebelum sidang di pengadilan distrik di Yerusalem, Senin, 8 Februari 2021.
PM Israel Benjamin Netanyahu sebelum sidang di pengadilan distrik di Yerusalem, Senin, 8 Februari 2021.


Pada sidang Senin (8/2), Netanyahu mengajukan tanggapan tertulis atas tuduhan-tuduhan tersebut. Pengacaranya menolak kasus-kasus tersebut dengan alasan prosedural, dengan mengatakan bahwa Jaksa Agung belum sepenuhnya menyetujui penyelidikan-penyelidikan terhadap dirinya. Setelah sekitar 20 menit, Netanyahu meninggalkan ruang sidang tanpa penjelasan. Sidang berlanjut tanpa kehadirannya.

Pada awal persidangannya Mei lalu, Netanyahu didukung oleh sekutu-sekutu partainya, Likud, saat dia mencerca media, polisi, hakim dan jaksa. Ia mengatakan pengadilan terhadap dirinya bertujuan untuk “menggulingkan perdana menteri sayap kanan yang kuat, dan dengan demikian menyingkirkan kubu nasionalis dari kepemimpinan negara selama bertahun-tahun.''

Netanyahu telah menjabat sebagai perdana menteri Israel sejak 2009, dan dalam dua tahun terakhir telah berhasil mempertahankan kekuasaan melalui tiga pemilu yang penuh gejolak dan tidak menghasilkan kepastian. Koalisinya yang lemah dan berkuasa runtuh pada bulan Desember, dan ia sekarang menghadapi perjuangan sulit untuk bisa terpilih kembali dalam pemilu parlemen 23 Maret. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG