Tautan-tautan Akses

Si Ouey, Penjahat Pembunuh Anak di Thailand, Akhirnya Dikremasi


Seorang biksu Buddha berdoa di dekat peti mati Si Ouey, penjahat kanibal terkenal di Thailand, sebelum dikremasi di kuil Wat Bang Phraek Tai, provinsi Nonthaburi, Thailand, Kamis, 23 Juli 2020. (AP Photo/Sakchai Lalit)

Si Ouey, pembunuh berantai di Thailand yang para korbannya adalah anak-anak, akhirnya dikremasi, Kamis (23/7).

Sembilan biksu Buddha terlibat dalam prosesi pemakaman penjahat kanibal itu. Mereka membacakan doa-doa dan meletakkan bunga-bunga di atas peti mayat Si Ouey, kemudian membawanya ke krematorium untuk dibakar.

Jasad Si Ouey yang dibakar, adalah jasad yang selama ini diawetkan dan dipamerkan di sebuah museum forensik di Rumah Sakit Siriraj di Bangkok selama hampir 60 tahun.

Seorang pengunjung mengamati jazad pembunuh berantai Si Ouey (kanan) yang diawetkan dan dipajang tegak dalam kotak kaca di Museum Rumah Sakit Siriraj Forensik, di Bangkok, Thailand, 17 Mei 2019.
Seorang pengunjung mengamati jazad pembunuh berantai Si Ouey (kanan) yang diawetkan dan dipajang tegak dalam kotak kaca di Museum Rumah Sakit Siriraj Forensik, di Bangkok, Thailand, 17 Mei 2019.


Si Ouey mendapat perlakuan baru itu setelah banyak pihak, dalam beberapa tahun terakhir, meragukan apakah orang yang diduga sebagai pembunuh berantai pertama Thailand itu sempat menjalani persidangan yang adil atas kejahatan yang dilakukannya. Belakangan muncul seruan untuk, setidaknya, memberi penjahat itu pemakaman yang pantas.

Si Ouey sangat terkenal di Thailand. Para orangtua sering memanfaatkannya untuk menakuti-nakuti anak mereka yang bandel. Mereka mengatakan kira-kira begini: “Kalau kamu nakal, hantu Si Ouey akan datang memakan hati kamu.” Banyak orang tua bahkan tak jarang membawa anak mereka ke museum itu untuk membuat anak mereka jera.

Si Ouey juga sering menjadi objek buku-buku dan film-film horor di Thailand.

Imigran asal China itu diketahui bekerja sebagai tukang kebun ketika tertangkap basah sedang membakar jasad seorang anak berusia delapan tahun di sebuah hutan di provinsi Rayong pada 1958. Anak itu sebelumnya dilaporkan hilang.

Seorang karyawan di Perpustakaan Nasional menunjukkan halaman depan surat kabar Daily Mail edisi Senin, Februari 1958 yang memperlihatkan pembunuh berantai terkenal Si Ouey di Bangkok, Thailand, Senin, 9 Juli 2019.
Seorang karyawan di Perpustakaan Nasional menunjukkan halaman depan surat kabar Daily Mail edisi Senin, Februari 1958 yang memperlihatkan pembunuh berantai terkenal Si Ouey di Bangkok, Thailand, Senin, 9 Juli 2019.

Polisi belakangan mengaitkan Si Ouey dengan kasus pembunuhan lima anak sebelumnya yang tak terpecahkan sejak 1954. Cerita-cerita surat kabar mengungkapkan, pria itu suka memakan jantung, hati dan usus anak.

Si Ouey dilaporkan mengaku ke polisi ia menyukai daging manusia sejak Perang Dunia II, sewaktu ia menjadi tentara China di sebuah unit yang dikepung pasukan Jepang. Ia bisa bertahan hidup dengan memakan mayat-mayat manusia yang terbunuh dalam perang.

Ia diadili dan dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan. Pada 16 September 1959, di usia 32 tahun, Si Ouey dieksekusi dengan cara ditembak mati. Jenazahnya kemudian diserahkan ke Rumah Sakit Siriraj untuk dijadikan objek studi.

Kebenaran mengenai kasus Si Ouey sulit dikukuhkan. Polisi Thailand pada saat itu terkenal suka menyiksa tersangka untuk memaksa mereka membuat pengakuan palsu, sementara surat-surat kabar senang mempublikasikan cerita-cerita sensasional.

Si Ouey adalah imigran miskin, yang tiba dari China pada tahun 1946, di usia 19 tahun. Militer Thailand pada saat itu sering mengobarkan sentimen anti-China dan sering menyalahkan imigran atas kejahatan dan kerusuhan yang terjadi.

Keraguan mengenai kejahatan Si Ouey menguat dalam 10 tahun terakhir. Film-film dokumenter mengenai dirinya menggambarkan banyak bukti yang bertolak belakang. Si Ouey, contohnya, mengaku telah memakan organ-organ tubuh seorang korban, namun keluarga korban mengatakan, jasad korban itu masih utuh ketika ditemukan. [ab/uh]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG