Tautan-tautan Akses

Seratus Polisi Tewas di Rio de Janeiro, Tahun Terburuk dalam Satu Dekade


Bayangan pelayat di sekitar nisan Sersan Fabio Cavalcante, 39, di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu, 27 Agustus 2017. Kepolisian Brasil memakamkan polisi ke-100 yang tewas di Rio de Janeiro tahun ini. (AP Photo/Silvia Izquierdo)

Kepolisian militer hari Minggu (27/8) memakamkan petugas polisi ke-100 yang tewas di Rio de Janeiro tahun ini. Ia adalah polisi berusia 39 tahun yang ditembak berkali-kali ketika tidak bertugas dan sedang mengunjungi ayahnya.

Pemakaman ini merupakan tonggak suram yang menggarisbawahi aksi kekerasan di Rio de Janeiro, kota di Brazil yang baru satu tahun lalu menyelenggarakan Olimpiade Musim Panas. Otorita berwenang mengakui bahwa dalam beberapa bulan terakhir ini organisasi perdagangan narkoba dan kelompok kriminal lain sudah hampir menguasai sebagian besar kota itu. Ribuan tentara telah dikerahkan untuk membantu polisi, namun kehadiran mereka tidak mengurangi pertumpahan darah.

Rasa putus asa bisa dirasakan sekitar 200an orang yang menghadiri upacara pemakaman Fabio Cavalcante Minggu sore. Istri Cavalcante yang sangat terpukul tampak hampir tidak bisa berjalan dan harus dipapah oleh saudara-saudara perwira yang tewas itu.

Ayah seorang anak berusia delapan tahun itu tewas hari Sabtu (26/8) di Baixada Fluminense, salah satu distrik dimana paling banyak terjadi aksi kekerasan. Sejumlah laki-laki bersenjata yang tampaknya ingin merampok, mendekati Cavalcante dan baru menyadari bahwa ia adalah seorang polisi setelah berada dalam posisi sangat dekat. Ia ditembak 10 kali, demikian ujar ayah Cavalcante kepada media lokal.

Rio de Janeiro telah sejak lama menjadi tempat paling berbahaya bagi penegak hukum di Brazil, negara terbesar di kawasan Amerika Latin. [em]

XS
SM
MD
LG