Tautan-tautan Akses

Serangan Udara Tetap Terjadi Meski Diberlakukan Gencatan Senjata yang Didukung PBB


Sebuah ambulan yang hancur akibat serangan udara di kawasan kota Atareb yang dikuasai pemberontak, di tepi desa sebelah barat Aleppon (15/11/2016). (foto: REUTERS/Ammar Abdullah)

Sejumlah serangan udara oleh pemerintah Suriah dan sekutunya, Rusia, bisa membatalkan gencatan senjata selama dua hari itu ujar pasukan pemberontak Suriah.

Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mendukung gencatan senjata di Suriah yang dimediasi Rusia dan Turki, tetapi beberapa laporan dari medan tempur hari Sabtu (31/12) mengatakan gencatan senjata itu terancam gagal.

Pasukan pemberontak Suriah mengatakan sejumlah serangan udara oleh pemerintah Suriah dan sekutunya, Rusia, bisa membatalkan gencatan senjata selama dua hari itu. Tim pemantau konflik di Suriah mengatakan pesawat-pesawat tempur menyerbu desa dan kota yang dikuasai pasukan pemberontak di bagian barat daya Damaskus, di Lembah Barada yang strategis.

Kelompok Pemantau HAM Suriah yang berkantor di Inggris mengatakan belum ada laporan korban jiwa dan luka-luka di Barada, tetapi sejak Jum’at lalu (30/12) kawasan itu telah berulangkali diserang, termasuk 10 serangan udara terpisah pada Sabtu pagi (31/12). Militer Suriah menyangkal telah melakukan serangan itu.

Laporan-laporan dari bagian utara Suriah mengatakan sedikitnya sembilan orang, termasuk empat anak-anak, tewas di bagian timur laut Aleppo, di dekat kota Al Bab. Beberapa saksi mata mengatakan belum jelas apakah mereka tewas akibat serangan udara Suriah atau Rusia.

Walaupun demikian upaya gencatan senjata terbaru merupakan terobosan dalam upaya penyelesaian konflik di Suriah yang dimulai tahun 2011 dan telah menewaskan lebih dari 250 ribu orang. Konflik itu juga menimbulkan penderitaan bagi lebih dari 13 juta jiwa, memicu krisis pengungsi yang telah membayangi banyak negara Eropa, dan melahirkan kelompok-kelompok teroris yang melancarkan serangan dari dalam Suriah. [em]

XS
SM
MD
LG