Tautan-tautan Akses

Serangan Udara Israel Hantam Gaza saat Konflik Masuki Minggu Kedua


Keluarga Palestina di Gaza berada di alam terbuka dini hari, setelah rumah mereka hancur terkena serangan udara Israel (17/5).

Militer Israel hari Senin pagi, menghantam kota Gaza dengan serangan udara ketika kekerasan di wilayah itu memasuki minggu kedua.

Israel mengatakan target serangan termasuk terowongan yang digunakan oleh Hamas dan rumah milik beberapa komandan kelompok militan yang menguasai Gaza.

Menteri Luar Negeri Antony Blinken meminta Hamas dan kelompok militan lainnya di Gaza agar segera mengakhiri serangan roket terhadap Israel. Blinken, Senin juga mengatakan meskipun Israel berhak mempertahankan diri tetapi mereka harus menghindari korban sipil.

Blinken mengatakan Amerika "bekerja secara intensif di belakang layar" untuk mengakhiri kekerasan itu, termasuk melalui percakapan telepon, Minggu dengan rekan-rekannya di Mesir, Qatar, Pakistan, Arab Saudi dan Prancis.

Blinken kepada wartawan di Kopenhagen, pada lawatan diplomatiknya ke negara-negara Nordik mengatakan, “Palestina dan Israel, seperti warga di mana pun, berhak untuk hidup dalam keadaan selamat dan aman. Ini bukan hak istimewa Israel, hak istimewa orang Palestina. Itu adalah hak asasi manusia. Jadi, kami telah bekerja secara intensif di belakang layar untuk mencoba mengakhiri konflik itu. "

Kekerasan, Senin itu menyusul komentar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Minggu bahwa ia tidak berencana "secepatnya" mengakhiri serangan udara yang mematikan terhadap Gaza.

Netanyahu berbicara pada hari yang sama saat jet tempur Israel meratakan tiga bangunan dan menewaskan sedikitnya 42 orang, serangan tunggal paling mematikan dalam putaran terakhir kekerasan antara Israel dan Hamas.

Minggu pagi, Hamas meluncurkan roket dari wilayah sipil di Gaza yang diarahkan ke wilayah sipil Israel. Salah satunya menghantam sinagoga di kota selatan, Ashkelon beberapa jam sebelum upacara Shavuot, sebuah hari raya Yahudi yang diperingati pada malam hari. Tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejak pertempuran dimulai pada 10 Mei, setidaknya 197 warga Palestina telah tewas, termasuk setidaknya 58 anak-anak dan 34 perempuan. Sekurangnya 10 warga Israel tewas dalam serangan roket itu, termasuk seorang anak berusia enam tahun.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, diapit oleh menteri pertahanan dan saingan politiknya, Benny Gantz dalam sebuah peragaan persatuan, Netanyahu, Minggu kepada bangsanya mengatakan serangan itu berlanjut dengan "kekuatan penuh" dan akan "butuh waktu."

"Saya berharap tidak akan lama," kata Netanyahu pada acara "Face the Nation" televisi CBS di Amerika. Namun ia mengatakan akhir dari serangan itu "tidak secepatnya" terjadi meskipun ada upaya internasional untuk menengahi gencatan senjata dalam baku tembak rudal selama seminggu antara pasukan Israel dan militan Hamas di Jalur Gaza.

Serangan udara Israel mengenai gedung al-Jalaa yang antara lain merupakan kantor media Associated Press (AP) dan Al Jazeera di Kota Gaza, Jalur Gaza Sabtu, 15 Mei 2021.
Serangan udara Israel mengenai gedung al-Jalaa yang antara lain merupakan kantor media Associated Press (AP) dan Al Jazeera di Kota Gaza, Jalur Gaza Sabtu, 15 Mei 2021.

Netanyahu membela penghancuran, Sabtu terhadap gedung 12 lantai di Kota Gaza, tempat kantor berita Associated Press dan Al-Jazeera, serta apartemen dan kantor lainnya.

Pemilik gedung menerima peringatan melalui telepon dari militer Israel satu jam sebelum serangan, dan staf AP serta penghuni gedung lainnya segera mengevakuasi gedung tersebut.

Netanyahu mengatakan tidak ada yang terluka dalam serangan itu. Al-Jazeera terus menyiarkan serangan udara tersebut ketika bangunan itu roboh.

Pemimpin Israel itu mengatakan gedung itu, selain menampung kantor media, adalah rumah bagi "kantor intelijen untuk organisasi teroris Palestina."

“Itu adalah target yang sah,” demikian alasan Netanyahu.

Sally Buzbee, editor eksekutif AP, Minggu (16/5) menyerukan penyelidikan independen atas serangan udara tersebut. Ia mengatakan kantor AP telah berada di gedung itu selama bertahun-tahun dan tidak pernah ada indikasi bahwa Hamas hadir di sana.

"Kami berada dalam situasi konflik. Kami tidak memihak dalam konflik itu. Kami mendengar orang Israel mengatakan mereka memiliki bukti; kami tidak tahu bukti apa itu " kata Buzbee.

Dalam peristiwa terpisah, Minggu, ratusan orang turun ke jalan di Lebanon untuk memrotes serangan Israel di Gaza.

Dewan Keamanan PBB, Minggu bertemu untuk mencari jalan guna memadamkan kekerasan itu dan Amerika mengirim seorang diplomat ke wilayah itu dalam upaya menengahi gencatan senjata. [my/jm]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.
XS
SM
MD
LG