Tautan-tautan Akses

Serangan Udara di Suriah Paksa Ribuan Mengungsi


Warga Suriah yang mengungsi, duduk di belakang sebuah truk yang penuh dengan barang-barang saat melarikan diri di sepanjang jalan raya M4, di Ariha di provinsi Idlib, Suriah barat laut yang dikuasai pemberontak, 8 Juni 2020.
Warga Suriah yang mengungsi, duduk di belakang sebuah truk yang penuh dengan barang-barang saat melarikan diri di sepanjang jalan raya M4, di Ariha di provinsi Idlib, Suriah barat laut yang dikuasai pemberontak, 8 Juni 2020.

Serangan udara yang diduga dilakukan Rusia menghantam desa-desa di kantong terakhir pemberontak di Suriah Barat Laut, dan memaksa ribuan warga sipil mengungsi, kata sejumlah aktivis, Selasa (9/6).

Para aktivis juga mengatakan, apa yang mereka saksikan di sana merupakan pemandangan yang tidak pernah terlihat di kawasan itu sejak pemberlakuan gencatan senjata tiga bulan lalu.

Kekerasan di ujung Provinsi Idlib ini merupakan pelanggaran paling serius gencatan senjata yang diberlakukan sejak awal Maret, setelah tercapai kesepakatan antara Turki dan Rusia untuk menghentikan serangan udara dan darat pasukan Suriah terhadap Idlib yang telah berlangsung selama tiga bulan.

Kelompok Koordinasi Tanggap Suriah, sebuah tim yang terdiri dari para pekerja bantuan, mengatakan, eskalasi militer itu telah memaksa lebih dari 5.800 warga sipil mengungsi dari kawasan di bagian selatan Idlib dan kawasan pinggiran Hama. Padahal, banyak di antara para pengungsi itu baru saja pulang ke desa-desa mereka setelah pemberlakuan gencatan senjata, kata kelompok itu.

Pada Senin, para pemberontak melancarkan serangan terbatas terhadap posisi-posisi pemerintah, dan bahkan berhasil merebut sebentar sejumlah desa. Pasukan pemerintah, yang mendapat dukungan udara Rusia, menanggapinya dengan tidak hanya menghalau para pemberontak tetapi juga memperluas operasi mereka sehingga mencakup 10 desa.

Mohamed Rasheed, aktivis media Suriah yang mendokumentasikan serangan di Idlib mengatakan, sejak Senin (8/6), sedikitnya ada 45 serangan udara yang diduga dilakukan pasukan udara Rusia, terhadap sejumlah desa di Idlib. Kelompok Pengawas HAM Suriah yang berbasis di Inggris mengatakan, mereka mencatat 15 serangan udara yang juga dilakukan Rusia, pada Selasa.

Rusia adalah pendukung utama Presiden Suriah Bashar al-Assad, sementara Turki menyokong para pejuang oposisi yang berusaha mendongkelnya dari kekuasaan. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG