Tautan-tautan Akses

Serangan Udara AS Terhadap Milisi Dukungan Iran, 25 Tewas


Markas besar kelompok militan Kataeb Hezbollah terlihat hancur pasca serangan udara di Qaim, Irak, 30 Desember 2019. (Foto: dok).
Markas besar kelompok militan Kataeb Hezbollah terlihat hancur pasca serangan udara di Qaim, Irak, 30 Desember 2019. (Foto: dok).

Sebuah kelompok milisi dukungan Iran, Senin (30/12), mengancam akan melakukan balas dendam sebagai tanggapan terhadap serangan udara AS terhadap posisi-posisinya di Irak dan Suriah, yang menewaskan sedikitnya 25 orang.

Peringatan dari Kataeb Hezbollah muncul sementara menteri luar negeri Iran mengecam serangan AS itu telah melanggar kedaulatan Irak dan tergolong aksi terorisme.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengukuhkan serangan udara itu dalam pernyataannya kepada wartawan, Minggu malam. Ia mengatakan, jet-jet tempur AS menghantam tiga target Kataeb Hezbollah di Irak Barat dan dua lainnya di Suriah Timur.

Esper mengindentifikasi target-target tersebut sebagai gudang senjata, serta fasilitas-fasilitas komando dan pengawasan.

Serangan udara itu dilangsungkan sebagai tanggapan terhadap serangan roket terhadap pangkalan militer Irak di Irak Utara, Jumat lalu (27/12) yang menewaskan seorang pegawai perusahaan kontraktor pertahanan AS.

Kataeb Hezbollah adalah bagian dari Pasukan Mobilisasi Rakyat, gabungan kelompok-kelompok milisi terlarang di Irak. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG