Tautan-tautan Akses

AS

Rencanakan Serangan Atas Kartunis, Warga AS Pengikut ISIS Dipenjarakan 


Lokasi penembakan di acara pembuatan kartun Nabi Muhammad di Garland, Texas. (Foto: Dok)

Seorang simpatisan Negara Islam (ISIS) hari Rabu (8/2) dijatuhi hukuman 30 tahun penjara atas kejahatan terkait teror termasuk serangan terhadap sayembara gambar kartun di Texas yang membuat satir Nabi Muhamad.

Abdul Malik Abdul Kareem kelahiran Amerika dinyatakan bersalah tahun lalu atas tuduhan-tuduhan termasuk berencana menyediakan dukungan material kepada ISIS, membawa senjata dengan niat membunuh dan berbohong kepada FBI.

Kareem, 45, warga Arizona yang pindah agama memeluk Islam, tidak ikut pada serangan pertama bulan Mei 2015. Dua laki-laki lain menggunakan senjata yang dipasok Kareem melepaskan tembakan ke arah lorong dimana sayembara diadakan, mereka ditembak mati oleh polisi sebelum memasuki gedung itu.

Seorang penjaga cedera dalam insiden itu tapi tidak ada peserta sayembara yang cedera, para kartunis berlomba untuk menyaksikan siapa yang bisa paling lucu menggambar Nabi Muhamad, tindakan yang oleh Muslim dianggap menghina.

Jaksa federal mengatakan Kareem dan dua anteknya sebelumnya mempertimbangkan untuk menyerang pangkalan-pangkalan militer, pusat perbelanjaan atau kejuaraan football Amerika, Super Bowl yang diadakan di Arizona tahun 2015. Setelah mereka akhirnya memutuskan para kartunis sebagai sasaran mereka, Kareem memasok senjata, melatih dan merinci serangan itu tapi ia ratusan kilometer jauhnya ketika serangan itu dimulai di Garland, Texas.

“Selama wawancara dengan agen-agen FBI tidak lama setelah serangan itu, Kareem berbohong mengenai mengetahui sebelumnya serangan dan sayembara itu,” kata pejabat Amerika hari Rabu.

Ia mengaku mengenal kedua penembak yang tewas itu, warga Amerika seperti dirinya tapi menyangkal menjadi sumber senjata mereka atau memasok mereka dengan video-video dan bahan-bahan lain yang mendukung upaya-upaya ISIS.

Dalam pernyataan yang dibagikan oleh Departemen Kehakiman Amerika, pejabat pengacara Amerika untuk Arizona Elizabeth Stange mengatakan “Hukuman hari ini dalam pengadilan pertama Amerika yang melibatkan serangan teroris dalam negeri atas nama kelompok ISIS menunjukkan komitmen Amerika untuk meminta pertanggung jawaban setiap orang yang ikut atau membantu dengan tindakan teroris apapun terhadap warga kita." [my/al]

XS
SM
MD
LG