Tautan-tautan Akses

Dua serangan bunuh diri di kota Homs, Suriah barat, Sabtu (25/2), menewaskan sedikitnya 42 orang, termasuk seorang perwira tinggi intelijen.

Organisasi Pemantau Hak Azasi Suriah mengatakan beberapa penyerang meledakkan diri mereka dekat markas-besar keamanan negara dan intelijen militer.

Satu cabang al-Qaida telah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dengan mengatakan lima orang militannya menyerbu dua tempat yang dikawal ketat di tengah kota Homs.

Kota tersebut telah dikuasai sepenuhnya oleh pemerintah selama hampir tiga tahun.

Hari Jumat (25/2) di Suriah utara, dua ledakan bom mobil menewaskan sedikitnya 65 orang, termasuk banyak orang sipil, laskar pemberontak dan sedikitnya dua tentara Turki, menurut media setempat dan para pejabat Turki.

Serangan dekat al-Bab itu terjadi sehari setelah pasukan Turki dan pemberontak sekutunya merebut sebagian kota strategis itu dari laskar ISIS.

Ledakan pertama hari Jumat (24/2) terjadi di pos keamanan oposisi di desa Sousian, selain menewaskan pasukan oposisi dan dua tentara Turki, juga menewaskan banyak orang sipil.

Sebelum serangan banyak orang datang ke pos keamanan itu di mana banyak dari mereka berusaha meminta izin untuk pulang ke al-Bab, yang telah menjadi tempat pertempuran berat selama berbulan-bulan.

Menurut laporan, serangan kedua terjadi ketika penduduk setempat dan tim SAR mengangkat jenazah orang-orang yang tewas dalam serangan bom sebelumnya.

ISIS telah mengaku bertanggung jawab atas serangan pertama di al-Bab, dengan mengatakan ISIS telah menewaskan delapan tentara Turki dan 60 laskar pemberontak, menurut kantor berita pro-ISIS, Amaq.

Sementara ISIS kehilangan daerah di al-Bab, para pengamat memperkirakan, kelompok teror itu akan mengandalkan serangan-serangan demikian untuk menunjukkan kemampuan melawan pasukan Turki dan pemberontak Suriah. [gp]

XS
SM
MD
LG