Tautan-tautan Akses

Senat AS Siap Bahas RUU Pengeluaran Pertahanan yang Masif


Pemimpin mayoritas Senat AS, Chuck Schumer, bersama Senator Partai Demokrat berbicara kepada media di Gedung Capitol, Washington, DC (foto: dok).
Pemimpin mayoritas Senat AS, Chuck Schumer, bersama Senator Partai Demokrat berbicara kepada media di Gedung Capitol, Washington, DC (foto: dok).

Senat Amerika pada hari Selasa (18/7) akan mulai membahas RUU anggaran yang sangat besar, yang menetapkan prioritas anggaran belanja untuk militer pada tahun-tahun mendatang.

DPR yang dikuasai Partai Republik pada Jumat lalu (14/7) meloloskan RUU Otorisasi Pertahanan Nasional (National Defense Authorization Act NDAA) bernilai US$874,2 miliar, dengan suara 219 banding 210.

Prioritas konservatif dalam RUU itu didukung oleh Freedom Caucus di DPR. Ini berarti tidak ada peluang bagi RUU itu untuk diloloskan di Senat yang dikendalikan oleh Partai Demokrat.

NDAA versi Senat telah diloloskan oleh Komite Angkatan Bersenjata Senat dengan suara 25 banding 1 sebelumnya bulan ini.

Pemimpin Mayoritas Senat yang berasal dari Partai Demokrat Chuck Schummer mengatakan ia menantikan debat bipartisan itu. Awal bulan ini Schummer mengatakan RUU itu penting “supaya kita dapat menjaga negara agar tetap aman, mendukung teman-teman kita di Ukraina, mengalahkan China dan memberikan kenaikan gaji yang layak bagi tentara kita.”

Senat yang dikuasai Partai Republik diperkirakan akan meminta peningkatan level anggaran dari permintaan anggaran pemerintahan Biden.

Pemimpin Minoritas DPR yang berasal dari Partai Republik Mitch McConnell bulan lalu mengatakan, “Mitra-mitra kita di Komite Layanan Angkatan Bersenjata akan dipanggil untuk mempertimbangkan dengan hati-hati persyaratan yang diidentifikasi oleh para komandan, yang tidak didanai dalam RUU anggaran Presiden Biden. Mereka seharusnya mempertimbangkan langkah-langkah yang dapat meningkatkan kemampuan kita untuk memproyeksikan kekuatan di Asia Pasifik, atau bantuan untuk mitra-mitra yang rentan di kawasan tersebut. Ingat ancaman sanksi dan peringatan keras diplomatik tidak menghalangi invasi Presiden Vladimir Putin ke Ukraina. Kata-kata saja tidak menghalangi agresi China di Asia. Pemerintahan Biden dapat terus berbicara dengan lemah lembut, tetapi Kongres harus memastikan bahwa Amerika membawa pengaruh besar.”

Ketua DPR Kevin McCarthy memuji pendanaan dalam versi yang disahkan DPR Jumat lalu, dengan mengatakan, “Akan ada lebih banyak investasi pada teknologi canggih yang penting bagi masa depan negara ini dan untuk mempertahankan kebebasan di seluruh dunia seiring kebangkitan China dan Rusia, dibanding yang kita dapatkan di masa lalu.”

Tetapi setiap tahun DPR dan Senat harus merekonsiliasi NDAA versi mereka sendiri untuk meloloskan paket akhir yang dapat dikirim ke Gedung Putih untuk ditandatangani menjadi undang-undang. [em/lt]

Forum

XS
SM
MD
LG