Tautan-tautan Akses

Selandia Baru Larang Jaringan 5G Huawei karena Alasan Keamanan


Papan iklan di depan gerai Apple di Shanghai, China, menampilkan telpon genggam Huawei Mate 20, 26 Oktober 2018. (Foto: dok).

Dinas intelijen internasional Selandia Baru menghentikan rencana perusahaan telekomunikasi negara itu, Spark, untuk mengimplementasikan jaringan 5G Huawei di negara itu karena alasan keamanan yang signifikan.

Langkah Selandia Baru ini mengikuti tindakan yang diambil Australia, Agutus lalu, karena alasan serupa.

Di Selandia Baru, Huawei adalah nama besar yang membantu negara itu membangun jaringan-jaringan telekomunikasi bergerak. Maret lalu, Spark dan Huawei memamerkan uji teknologi 5G di sebuah lokasi di seberang parlemen negara itu – sebuah gebrakan publisitas yang dihadiri Menteri Komunikasi Selandia Baru, Clare Curran.

Keputusan terbaru ini diperkirakan akan berdampak pada hubungan ekonomi dan diplomatik kedua negara. China adalah mitra dagang terbesar Selandia Baru, namun Selandia Baru juga adalah bagian dari aliansi keamanan ``Five Eyes'' yang mencakup AS, Inggris, Kanada dan Australia.

Pada sebuah konperensi pers di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan, negaranya sangat prihatin dengan keputusan tersebut.

Selandia Baru adalah negara maju pertama yang menandatangani kesepakatan perdagangan bebas dengan China pada 2008, dan China membeli miliaran dolar produk susu Selandia Baru setiap tahunnya, yang sering digunakan untuk membuat susu formula untuk bayi. [ab]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG