Tautan-tautan Akses

AS

Sekolah Kembali Buka di Guam, Dibayangi Ketegangan AS-Korut

  • Associated Press

Dua siswa sekolah duduk di atas sebuah torpedo dari Perang Dunia II, yang dipajang di Taman Memorial Asan di Pulau Guam, wilayah AS (11/7). Hari Kamis (17/8), 30 ribu lebih siswa sekolah negeri kembali dibuka setelah libur musim panas.

Ketegangan antara presiden Amerika Donald Trump dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un minggu lalu membuat cemas warga Guam wilayah Amerika di Pasifik. Namun, seiring dengan menurunnya retorika kedua pemimpin minggu ini Guam kembali normal terutama sekolah-sekolah.

Guam adalah pulau di laut Pasifik yang menjadi bagian dari wilayah Amerika. Pulau ini berpenduduk sekitar 162.742 jiwa.

Hari Kamis (17/8), 30 ribu lebih siswa sekolah negeri kembali dibuka setelah libur musim panas. Namun, pembicaraan para siswa akan didominasi kekhawatiran seputar ketegangan antara Amerika dan Korea Utara setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengancam akan menembak perairan dekat pulau di lautan Pasifik itu dengan serangan rudal minggu lalu.

Jon Fernandez, seorang pejabat pendidikan di Guam mengatakan sekolah-sekolah di Guam telah dilengkapi dengan rencana penanggulangan situasi darurat.

"Setiap sekolah punya rencana penanggulangan situasi darurat. Setiap bulan kami melakukan latihan yang melibatkan para siswa, staf dan fakultas dan kepala sekolah, terlatih dengan baik. Jadi berkenaan dengan peristiwa pada musim panas ini, kami bekerja sama dengan baik dengan sistem sekolah dan keamanan dalam negeri serta badan-badan lainnya untuk memastikan keamanan siswa di fasilitas kami," paparnya.

Situasi di Guam kembali normal setelah hari Selasa pemimpin Korea Utara mengatakan ingin menyaksikan lebih jauh “tindakan bodoh dan sembrono Amerika” sebelum memerintahkan serangan rudal itu.

Meskipun situasi sudah kembali normal para pejabat di Guam masih menyisakan kekhawatiran mengenai dampak rencana latihan militer yang melibatkan pasukan Amerika dan Korea Selatan yang akan dimulai akhir pekan ini.

Ray Tenorio, Letnan Gubernur Guam, mengatakan bahwa latihan tersebut mungkin akan menimbulkan ketegangan lagi, seperti yang terjadi setiap tahun.

"Kita tahu akan ada latihan Korea Selatan dan Amerika di semenanjung Korea munggu depan. Jadi mungkin akan meningkatkan kembali ketegangan sebagaimana halnya setiap tahun. Ini akan menjadi pembicaraan di kelas antar siswa, apa yang mereka alami sebelum kembali ke sekolah," katanya.

Latihan tahunan antara militer Amerika dan Korea Selatan, yang diberi nama Ulchi-Freedom Guardian, dimulai dengan apa yang oleh pejabat militer disebut “soft start” pada hari Rabu, dan bagian utama latihan dimulai pada hari Senin mendatang.

Jenderal Marinir Joseph Dunford, ketua Gabungan Kepala Staf Militer Amerika, hari Kamis mengatakan di Beijing bahwa Amerika Serikat tidak memiliki rencana untuk mengurangi latihan militer dengan Korea Selatan, yang telah membuat marah Beijing dan Pyongyang. [my/jm]

XS
SM
MD
LG