Tautan-tautan Akses

AS

Sekolah di AS Pertimbangkan Pilihan Belajar di Tengah Pandemi


Ruang kelas di St. Benedict School, Montebello, dekat Los Angeles, California, AS, dilengkapi dengan pembagi jarak sosial untuk siswa untuk persiapan kegiatan belajar di tengah pandemi Covid-19, 14 Juli 2020. (REUTERS / Lucy Nicholson)

Dengan banyaknya sekolah yang tinggal beberapa minggu lagi akan memulai tahun ajaran baru, Wakil Presiden AS Mike Pence, Rabu (29/7) dijadwalkan berkunjung ke negara bagian North Carolina untuk mendorong pilihan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mengadakan kegiatan belajar di kelas. Sementara itu para pemimpin di negara bagian itu dan tempat-tempat lainnya mendorong pemberian lebih banyak opsi kepada distrik setempat terkait pandemi virus corona.

Kantor wakil presiden menyatakan Pence akan mengunjungi sebuah sekolah swasta di luar kota Raleigh yang memulai kehadiran murid di kelas pekan lalu dengan 300 pelajar, dan bahwa ia akan ambil bagian dalam diskusi mengenai rencana keselamatan sekolah itu.

“Membuka kembali sekolah-sekolah kita merupakan hal terbaik bagi anak-anak kita,” kata Pence pekan lalu dalam lawatannya ke Indiana. “Ini juga hal terbaik bagi keluarga yang orang tuanya bekerja.”

Sebagian dari sistem sekolah terbesar di AS, termasuk di Los Angeles, Atlanta dan Houston, telah mengumumkan mereka akan memulai tahun ajaran baru dengan menyelenggarakan kelas online saja.

Todd Jones, asisten direktur di Fairfax County Public Schools, SD Mantua, di Fairfax, Virginia, meninjau ruang kelas yang mejanya sudah ditata untuk mencegah penyebaran virus corona, 17 Juli 2020. (Foto: Reuters)
Todd Jones, asisten direktur di Fairfax County Public Schools, SD Mantua, di Fairfax, Virginia, meninjau ruang kelas yang mejanya sudah ditata untuk mencegah penyebaran virus corona, 17 Juli 2020. (Foto: Reuters)


Menurut jajak pendapat Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research yang diadakan awal bulan ini, delapan persen warga Amerika mendukung sekolah dibuka seperti biasa, sementara 46 persen menyatakan sekolah harus dibuka dengan melakukan penyesuaian-penyesuaian penting dan 31 persen lagi menyatakan kehadiran murid di kelas tidak boleh diadakan sama sekali.

Sekitar 55 persen responden menyatakan mereka sangat khawatir anak mereka tertinggal secara akademis.

Federasi Guru Amerika, serikat guru yang mewakili sekitar 1,7 juta pegawai sekolah, Selasa menyatakan akan mendukung cabang setempat yang memutuskan untuk melakukan aksi mogok menentang rencana pembukaan kembali sekolah di suatu distrik.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika menganjurkan distrik-distrik sekolah agar memantau penyebaran virus corona di tingkat lokal untuk membantu memutuskan pilihan penyelenggaraan kelas yang tepat. [uh/ab]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG