Tautan-tautan Akses

Sekjen PBB: Target untuk Memerangi Perubahan Iklim Sulit Tercapai


Sekjen PBB Antonio Guterres berbicara kepada wartawan dalam Sidang Majelis Umum PBB ke 76 di New York, pada 20 September 20 2021. (Foto: Reuters/John Minchillo)
Sekjen PBB Antonio Guterres berbicara kepada wartawan dalam Sidang Majelis Umum PBB ke 76 di New York, pada 20 September 20 2021. (Foto: Reuters/John Minchillo)

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Senin (20/9) mengungkapkan keprihatinannya karena ia merasa dunia tidak berada di jalur yang tepat untuk memenuhi beberapa target mendesak dalam upayanya mengatasi perubahan iklim.

“Berdasarkan komitmen negara-negara anggota saat ini, dunia berada di jalur bencana menuju kenaikan suhu sebesar 2,7 derajat [Celcius], alih-alih 1,5 derajat yang kita sepakati harus menjadi batasnya,” kata Guterres kepada wartawan.

"Sains memberi tahu kita bahwa (kenaikan suhu) di atas 1,5 derajat akan menjadi bencana."Untuk mencapai 1,5 derajat, menurut PBB, negara-negara kaya perlu menyisihkan dana sebesar $100 miliar per tahun mulai dari tahun ini hingga 2025.

Tampak seorang anak laki laki berjalan di lahan pertanian yang kering di area Saadiya, di sebelah utara Diyala, wilayah timur Irak pada 24 Juni 2021. Kekeringan yang melanda area tersebut merupakan contoh dari dampak perbuhan iklim yang sudah terjadi. (Foto: AFP)
Tampak seorang anak laki laki berjalan di lahan pertanian yang kering di area Saadiya, di sebelah utara Diyala, wilayah timur Irak pada 24 Juni 2021. Kekeringan yang melanda area tersebut merupakan contoh dari dampak perbuhan iklim yang sudah terjadi. (Foto: AFP)

Emisi gas rumah kaca juga perlu dikurangi hampir setengahnya pada 2030 untuk memungkinkan negara-negara mencapai netralitas karbon yang ditargetkan pada 2050. Tugas sulit lainnya adalah membuat negara-negara secara bertahap menghentikan penggunaan pembangkit listrik bertenaga batubara yang menjadi salah satu sumber polusi.

Saat ini, hampir 80 persen emisi berasal dari negara-negara G-20.(ka/em)

XS
SM
MD
LG