Tautan-tautan Akses

Sejumlah Kelompok Masyarakat Minoritas Dukung Gerakan "Black Lives Matter"


Keluarga Forbes dari Bowie, Maryland, berfoto di depan spanduk Black Lives Matter dekat Gedung Putih, Washington, 10 Juni 2020.
Keluarga Forbes dari Bowie, Maryland, berfoto di depan spanduk Black Lives Matter dekat Gedung Putih, Washington, 10 Juni 2020.

Kematian George Floyd yang mengejutkan dalam tahanan polisi telah mendorong banyak komunitas minoritas di seluruh Amerika untuk mulai memikirkan peran mereka dalam melawan rasisme yang sistemik.

Kini banyak poster dan plakat bermunculan yang berbunyi “Warga Arab dukung Kulit Hitam,” “Warga Latino dukung Kulit Hitam “ dan “Warga Asia Selatan mendukung Black Lives Matter.”

Warga keturunan Afghanistan, Arash, ikut berdemonstrasi di luar Gedung Putrih, dan disampingnya seorang teman membawa plakat berbunyi “Afghans for Black Lives,” atau warga Afghanistan mendukung warga kulit hitam.

Bagi Arash, yang berumur 32 tahun, sudah tiba saatnya bagi warga Amerika keturunan Afghanistan untuk meninjau kembali keterlibatan mereka dalam sikap rasis anti kulit hitam.

“Kita banyak meminjam dan bahkan mencuri dari kebudayaan warga kulit hitam; cara kita berpakaian dan cara kita berbicara, tapi kita tidak menghormati mereka, dan bahkan warga Afghanistan di Amerika ikut memanggil polisi kalau takut digangu oleh tetangga mereka yang berkulit hitam, tanpa menyadari apa konsekuensinya,” kata Arash.

Masalah ini dianggap penting, karena kini ternyata bahwa telpon ke nomor polisi yang mengakibatkan kematian Goergew Floyd datang dari sebuah warung milik warga Amerika keturunan Arab.

Pemilik warung, Mahmoud Abumayyaleh mengatakan, pegawainya memanggil polisi karena curiga Floyd menggunakan uang dollar palsu untuk membeli sesuatu di warung itu. [ii/ft]

XS
SM
MD
LG