Tautan-tautan Akses

Sedikitnya 50 Ribu Orang Turut dalam Protes Anti-Perancis di Bangladesh


Muslim Bangladesh berunjuk rasa di sekitar Kedutaan Besar Perancis di Dhaka, Bangladesh, memprotes dukungan presiden Perancis terhadap undang-undang sekuler yang memungkinkan karikatur Nabi Muhammad, Senin, 2 November 2020. (AP Photo / Mahmud Hossain Opu)

Sedikitnya 50 ribu orang Senin turun ke jalan-jalan di ibu kota Bangladesh, Dhaka, untuk memprotes Presiden Perancis Emmanuel Macron, yang membela kritiknya terhadap Islam sebagai hak atas kebebasan berbicara.

Para demonstran menuntut pemboikotan produk-produk Perancis dan berupaya berpawai menuju kedutaan besar Perancis tetapi dihalangi oleh polisi.

Perancis merupakan mitra dagang penting dan pemberi bantuan besar bagi Bangladesh.

Polisi memperkirakan sekitar 50 ribu orang berpartisipasi dalam protes, tetapi penyelenggara menyatakan lebih dari 100 ribu orang telah berkumpul untuk berunjuk rasa.

Pernyataan Presiden Perancis memicu protes di seluruh dunia, termasuk di ibukota Bangladesh, Dhaka, Oktober 2020. (Foto: dok)
Pernyataan Presiden Perancis memicu protes di seluruh dunia, termasuk di ibukota Bangladesh, Dhaka, Oktober 2020. (Foto: dok)

Macron memicu protes di dunia Muslim, termasuk Bangladesh, sewaktu ia mengatakan Perancis tidak akan pernah meninggalkan haknya atas penerbitan karikatur yang menggambarkan Nabi Muhammad. Pernyataannya itu muncul setelah pemenggalan seorang guru, Samuel Paty, pada Oktober lalu, yang memperlihatkan kepada murid-muridnya kartun tersebut, yang diterbitkan ulang oleh majalah satire Paris, Charlie Hebdo.

Setelah itu terjadi dua serangan lainnya yang oleh otoritas Perancis disebut terkait dengan terorisme Islamis.

Macron mengeluarkan pernyataan dengan nada lebih berempati dalam wawancara dengan media Arab Al-Jazeera hari Sabtu, tetapi ia kembali menekankan tentang kebebasan berbicara. [uh/ab]

Lihat komentar (4)

Forum ini telah ditutup.
XS
SM
MD
LG