Tautan-tautan Akses

Sedikitnya 5 Tewas Akibat Pengeboman di Filipina


Sejumlah tentara menggotong seorang pria meninggalkan lokasi ledakan yang tidak jauh dari sebuah truk militer di kota Jolo di pulau Sulu, 24 Agustus 2020.

Dua bom meledak di Jolo, kota di bagian selatan Filipina, Senin (24/8), menewaskan sedikitnya lima tentara dan melukai 17 personel militer lain dan warga sipil. Serangan bom itu berlangsung sementara keamanan luar bisa ketat karena adanya ancaman dari kelompok militan Abu Sayyaf.

Juru bicara militer regional Kapten Rex Payot mengatakan, ledakan bom pertama menghancurkan sebuah toko makanan dan dua truk militer di pusat kota Jolo, provinsi Sulu, pada tengah hari. Sebuah laporan sebelumnya mengatakan, bom pertama itu ditempatkan pada sebuah sepeda motor yang sedang diparkir.

Ledakan bom kedua terdengar di kawasan itu tidak lama setelahnya. Namun, belum jelas apakah ledakan bom kedua ini menjatuhkan lebih banyak korban, dan menimbulkan kerusakan lebih besar, mengingat kawasan itu dikelilingi banyak polisi dan tentara.

Dua perwira militer mengatakan, lima tentara tewas akibat ledakan bom pertama, tapi tidak merinci keterangan mereka. Sebuah foto yang diperoleh Associated Press menunjukkan, sejumlah tentara sedang menggotong seorang pria meninggalkan lokasi ledakan yang tidak jauh dari sebuah truk militer. Seorang korban ledakan lain terlihat terbujur di tanah.

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, namun Abu Sayyaf sering dituding mendalangi serangan bom yang menjatuhkan banyak korban jiwa di Sulu dan provinsi-provinsi di sekitarnya.

Militer Filipina telah berbulan-bulan memerangi Abu Sayyaf. Kelompok militan yang bersekutu dengan ISIS ini sebetulnya bukan kelompok besar, namun aksi-aksinya sarat dengan kekerasan. Amerika Serikat dan Filipina memasukkan kelompok itu dalam daftar hitam karena mendalangi sejumlah pengeboman, penculikan yang meminta tebusan dan pemenggalan kepala korban. [ab/uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG