Tautan-tautan Akses

Sedikitnya 4 Tewas Akibat Penembakan Massal di Australia


Gambar dari video menunjukkan polisi menangkap tersangka penembakkan di Darwin, Australia. (Australian Broadcasting Corporation via AP)

Seorang pria bersenjata ditangkap setelah menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai beberapa lainnya, Selasa (4/6), di dekat kota Darwin, Australia.

PM Scott Morrison mengatakan seorang tersangka ditahan, tapi menegaskan bahwa insiden itu tidak terkait dengan terorisme.

“Saya diinformasikan bahwa ini merupakan aksi kekerasan yang mengerikan, yang merenggut empat jiwa,” kata Morrison kepada wartawan di London, di mana ia melakukan lawatan untuk berpartisipasi dalam peringatan D-Day.

“Ini bukan aksi teroris. Sama sekali tidak tersirat bahwa ini kasus terorisme.”

FILE - PM Australia Scott Morrison katakan penembakan massal ini tidak terkait dengan terorisme.
FILE - PM Australia Scott Morrison katakan penembakan massal ini tidak terkait dengan terorisme.

Lee Morgan, pejabat Dinas Kepolisian Northern Territory mengatakan kepada surat kabar Guardian Australia bahwa seorang pria berusia 45 tahun ditahan menyusul penembakan itu.

Sebuah pernyataan dari Departemen Kesehatan menyebutkan dua orang dilarikan ke Rumah Sakit Royal Darwin karena luka tembak. Keduanya berada dalam kondisi stabil.

Menurut kantor berita Associated Press, polisi menolak berkomentar mengenai insiden itu. Komisaris Polisi Northern Territory Reece Kershaw diperkirakan akan melangsungkan konferensi pers hari ini.

Stasiun pemberitaan ABC melaporkan, aksi penembakan itu terjadi sore hari di Hotel Palms di Woolner, sebuah kawasan di pinggiran Darwin. Menurut ABC, polisi memeriksa tiga lokasi di kota tropis berpenduduk 100 ribu orang itu yang diperkirakan memiliki hubungan dengan tersangka. [ab]

XS
SM
MD
LG