Tautan-tautan Akses

Sebuah Kapal Korsel Ditahan Karena Dituduh Suplai Minyak ke Korut


Kapal tanker berbendera Korea Utara, Yu Jong 2, (bawah), dan Min Ning De You 078 di Laut Cina Timur, 16 Februari 2018. (Foto: dok). Kapal tanker P-PIONEER dilarang meninggalkan pelabuhan Busan atas tuduhan bahwa kapal itu digunakan untuk menyuplai minyak ilegal ke Korea Utara.

Sebuah kapal Korea Selatan ditahan di sebuah pelabuhan domestik negara itu atas tuduhan secara ilegal menyuplai minyak ke Korea Utara.

Laporan baru ini terungkap Rabu (3/4) di tengah-tengah kekhawatiran yang berkembang bahwa Korea Utara dengan berbagai cara berusaha menghindari sanksi-sanksi Dewan Keamaan PBB yang diberlakukan karena program-program senjata nuklir dan misilnya.

Seorang pejabat Garda Pantai Korea Selatan mengatakan, kapal P-PIONEER seberat 1.560 ton dilarang meninggalkan pelabuhan Busan sejak Oktober atas tuduhan bahwa kapal itu digunakan untuk menyuplai diesel ke Korea Utara pada September 2017 di perairan internasional di kawasan Laut Cina Timur. Ia tidak menyebut berapa banyak bahan bakar yang disuplai kapal tersebut.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, mengutip sumber-sumber yang dirahasiakan namanya yang mengungkapkan bahwa kapal-kapal Korea Utara yang menerima transfer diesel itu adalah Kum Un-san dan Yu Son.

Kum Un-san diyakini sebagai kapal Korea Utara yang paling aktif terlibat dalam transfer produk-produk minyak antara kapal. Dewan Keamanan PBB mengatakan, sebuah laporan bulan lalu menyebutkan Korea Utara telah mengerahkan 23 kapal tangkinya untuk transfer-transfer minyak terlarang itu, dan bahwa enam dari kapal-kapal tangki itu, termasuk Kum Un-san, mengangkut setengah dari keseluruhan transfer tersebut.

Sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan, ini merupakan kali pertama sebuah kapal Korea Selatan ditahan atas tuduhan melanggar sanksi-sanksi PBB terhadap Korea Utara. [ab]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.

Recommended

XS
SM
MD
LG