Tautan-tautan Akses

AS

Saudi Bersikeras Bantah Bunuh Wartawan di Kedubesnya di Turki


Gambar ini diambil dari video CCTV yang diperoleh dari surat kabar Turki Hurriyet dan dirilis 9 Oktober 2018 ini menunjukkan wartawan Saudi, Jamal Khashoggi saat memasuki konsulat Saudi di Istanbul, 2 Oktober 2018. (CCTV/Hurriyet via AP)

Tunangan wartawan Arab Saudi yang menghilang setelah memasuki kantor konsulat negaranya di Istanbul, pekan lalu, mengatakan, kekasihnya itu mengaku cemas bahwa ia sedang dalam bahaya namun tidak khawatir sesuatu akan terjadi pada dirinya di pos diplomatik tersebut.

Hatice Cengiz menulis di surat kabar Washington Post, tunangannya, Jamal Khashoggi, pertama kali pergi ke konsulat itu 28 September dan kembali ke sana pekan lalu untuk mengambil dokumen yang diperlukan untuk menikah. Namun, sejak itu, Khashoggi tidak pernah pulang dan menghilang.

Cengiz mengungkapkan keyakinan bahwa pihak berwenang Turki dapat mencari tahu apa yang terjadi pada Khashoggi, dan meminta Presiden AS Donald Trump untuk membantu mengungkap kasus menghilangnya jurnalis tersebut. Perempuan itu juga mendesak para pemimpin Arab Saudi untuk merilis rekaman video kamera keamanan di area konsulat itu.

Arab Saudi bersikeras mengatakan, Khashoggi meninggalkan konsulat itu dan membantah tuduhan para pejabat Turki yang mengatakan wartawan itu dibunuh di sana. Meski demikian, kedua pihak sama-sama tidak mengajukan bukti untuk mendukung pernyataan mereka.

Khashoggi merupakan pengecam pemerintahan Salman. Ia pernah menulis sejumlah artikel di Washington Post yang mengkritik Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Telah selama setahun ia mengasingkan diri di AS setelah Riyadh menggelar aksi penumpasan terhadap pembangkang.

CEO Washington Post Fred Ryan melalui surat kabar itu, Selasa (9/10), meminta informasi terkait Khashoggi. Ia menyatakan, baik Arab Saudi maupun Turki tidak memberi jawaban yang memuaskan. [ab/uh]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG