Tautan-tautan Akses

Samsung Berencana Jual Galaxy Note 7 Versi Baru


Seorang konsumen memegang smartphone Samsung Galaxy Note 7 di markas operator ponsel Korea Selatan, KT, di Seoul, Korea Selatan (foto: dok).

Perusahaan teknologi raksasa Samsung Electronics berencana menjual smartphone Galaxy Note 7 lama yang sudah diperbaiki, menurut perusahaan tersebut hari Senin (27/3), mengisyaratkan kembalinya model smartphone tersebut setelah ditarik dari pasaran tahun lalu karena baterainya yang mudah terbakar.

Galaxy Note 7 tidak dijual lagi sejak bulan Oktober 2016 setelah beberapa ponsel terbakar sendiri, dan ponsel yang sudah terjual ditarik dari pasaran kurang lebih dua bulan setelah ponsel yang dibandrol dengan harga Rp 10,7 juta itu diluncurkan.

Setelah diselidiki, ditemukan masalah pada baterai yang dipasok oleh dua perusahaan, yaitu Samsung SDI Co dan Amperex Technology.

Hasil analisa oleh Samsung dan peneliti independen tidak menemukan masalah lain pada Note 7 selain pada baterainya, dan menimbulkan spekulasi Samsung akan memangkas kerugiannya dengan menjual kembali smartphone Note 7 yang sudah diperbaiki.

Seorang sumber yang dekat dengan masalah ini mengatakan pada Reuters pada bulan Januari bahwa Samsung tengah mempertimbangkan kemungkinan penjualan Note 7 yang telah diperbaiki atau menggunakan kembali beberapa bagian dari smartphone tersebut.

Pengumuman yang dikeluarkan oleh Samsung untuk meluncurkan Note 7 versi baru mengejutkan bagi beberapa pihak karena waktunya berdekatan dengan peluncuran smartphone S8 baru pada hari Rabu (29/3) di Amerika, smartphone premium pertamanya sejak masalah yang dihadapi Samsung tahun lalu.

Samsung yang berusaha memperbaiki nama baik mereka setelah skandal baterai terbakar ini sebelumnya tidak pernah berkomentar tentang rencananya untuk memperbaiki Galaxy Note 7 yang cacat produksi tersebut.

"Mengenai rencana perbaikan atau peminjaman Galaxy Note 7 yang telah diproduksi, tergantung hasil kesepakatan dengan pihak berwenang, operator dan juga permintaan pasar," kata Samsung dalam sebuah pernyataan.

Suratkabar Korea Selatan Electronic Times, mengutip sumber yang tidak disebut namanya, mengatakan pada hari Selasa (28/3) bahwa Samsung akan mulai menjual Note 7 yang sudah diperbaiki di negara asalnya pada bulan Juli atau Agustus dan menargetkan penjualan Note 7 sebanyak 400.000 dan 500.000 dengan menggunakan baterai yang lebih baik.

Samsung dalam pernyataannya kepada Reuters mengatakan perusahaan tersebut belum menetapkan detail rencana penjualan Note 7 yang telah diperbaiki, termasuk dijual di mana dan kapan, walaupun Samsung juga mengatakan tidak berencana menjualnya di India atau AS.

Samsung menyebutkan Note 7 yang telah diperbaiki akan dilengkapi dengan baterai yang sudah sesuai dengan standar keamanan.

"Satu-satunya tujuan kami menjual kembali Note 7 yang sudah diperbaiki ini adalah untuk mengurangi dampak lingkungan," menurut Samsung.

Perusahaan tersebut memperkirakan hanya mendapatkan keuntungan $5,5 miliar sepanjang tiga kuartal karena masalah perangkat Note 7. Samsung telah menjual lebih dari 3 juta ponsel sebelum menarik model tersebut dari pasaran.

Samsung juga berencana mengambil dan menggunakan atau menjual komponen-komponen yang masih bisa digunakan seperti chip dan modul kameranya, begitu juga logam langka seperti tembaga, emas, nikel serta perak dari perangkat Note 7 yang tidak akan dijual sebagai ponsel yang sudah diperbaiki.

Kelompok lingkungan Greenpeace dan lainnya mendesak Samsung untuk mencari solusi yang ramah lingkungan untuk Note 7 yang cacat produksi. Greenpeace dalam pernyataan terpisah hari Senin (27/3) mengatakan menyambut baik keputusan Samsung dan perusahaan tersebut harus menjalankan rencananya secara transparan agar bisa diverifikasi. [dw]

XS
SM
MD
LG