Tautan-tautan Akses

Sama seperti Manusia, Nyamuk Pun Tertular Malaria

  • Joe de Capua

Nyamuk Anopheles gambiae, yang menyebarkan parasit malaria (foto: ilustrasi).

Nyamuk pembawa parasit malaria lebih memilih mengisap, bahkan lebih haus dengan darah orang yang sudah tertular penyakit itu.

Ketika orang mengembuskan nafas, mereka melepaskan karbon dioksida. Orang yang tertular parasit malaria, akan mengeluarkan lebih banyak gas tersebut. Nyamuk tertarik pada karbon dioksida. Mereka menciumnya. Lebih kuat bau karbon dioksida, lebih baik bagi nyamuk.

Profesor Emeritus Universitas Stockholm, Ingrid Faye mengatakan parasit malaria menghasilkan molekul yang disebut HMBPP. Molekul itu merangsang sel-sel darah merah melepas lebih banyak karbon dioksida. Ia mengatakan, dalam percobaan laboratorium, koleganya mengambil sebagian darah yang tertular malaria dan mengamati reaksi nyamuk terhadapnya.

"Kolaborator saya, Noushin Emami, mengatakan, OK, saya melihat nyamuk sangat cepat dalam menyantap darah HMBPP ini. Jadi, darah itu mungkin memiliki beberapa efek khusus pada perilaku mereka," tutur Faye.

Bau karbon dioksida yang kuat, dipicu molekul HMBPP, membuat nyamuk sangat tertarik pada darah yang tertular parasit malaria.

"Bau itu cukup kuat untuk mengubah pilihan nyamuk apakah akan mengisap darah yang biasa atau darah dengan molekul ini," tambahnya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika mengatakan malaria ditularkan ke manusia oleh nyamuk Anopheles betina. Dari sekitar 430 spesies Anopheles, antara 30 dan 40 menularkan malaria. Dan sama seperti manusia, nyamuk pun cenderung memakan lebih banyak makanan yang enak.

Faye menyebutnya seperti kecanduan.

"Kami membiarkan mereka mengisap berbagai darah dalam waktu yang lebih lama. Jika dibiarkan hinggap dengan nyaman, duduk dan mulai makan, serta mengamati rakusnya mereka makan, juga sangat berbeda. Jadi, molekul itu sendiri juga menimbulkan efek yang menambah selera makan nyamuk," katanya.

Faye mengatakan nyamuk yang memakan porsi lebih besar darah yang tertular, memungkinkan lebih banyak parasit Plasmodium diproduksi dalam nyamuk. Itu karena molekul HMBPP. Faye menggambarkannya sebagai "sistem yang berfungsi baik, dikembangkan selama jutaan tahun." Ia mengatakan, "Itu artinya parasit malaria bisa bertahan hidup dan menyebar ke lebih banyak orang tanpa membunuh pembawa parasit itu."

Membuat obat baru untuk mengurangi jumlah HMBPP yang diproduksi oleh parasit malaria tidak akan menghentikan nyamuk mendapatkan darah yang tertular. Bahkan sejumlah kecil molekul itu memicu respons bau.

Kelambu yang dicelupkan zat kimia dan insektisida adalah metode yang paling banyak digunakan untuk mengendalikan nyamuk. Penelitian vaksin juga berlanjut. [ka/jm]

XS
SM
MD
LG