Tautan-tautan Akses

Salah Satu Tersangka Teror di Australia Dibebaskan dengan Uang Jaminan


Polisi merazia gedung di Surry Hills, pinggiran Sydney, Australia, 31 Juli 2017, terkait rencana tetor di pesawat.

Seorang pria yang ditangkap sehubungan dengan apa yang dikatakan pihak berwenang Australia rencana menjatuhkan satu pesawat terbang dibebaskan dari tahanan polisi hari Minggu setelah didakwa melakukan pelanggaran senjata.

Khaled Merhi, usia 39 tahun, yang ditangkap tanggal 29 Juli bersama tiga pria lain dalam penggrebekan di seluruh Sydney, didakwa memiliki senjata terlarang dan dibebaskan dengan uang jaminan, kata Kepolisian Federal Australia dalam pernyataan. Ia tidak didakwa dengan pelanggaran yang berhubungan dengan terorisme.

Dua dari pria yang ditangkap bersama Merhi, Khaled Khayat yang berusia 49 tahun dan Mahmoud Khayat yang berusia 32 tahun, didakwa pekan lalu dengan dua pasal merencanakan tindak teroris. Polisi mengatakan mereka terlibat dalam usaha yang gagal untuk menempatkan bom rakitan di penerbangan Etihad Airways yang terbang dari Sydney bulan lalu dalam rencana teror yang diarahkan oleh ISIS.

Seorang pria lain yang ditangkap dalam penggrebekan itu dibebaskan tanpa dakwaan pekan lalu.

Polisi mengatakan rencana teror itu menggunakan usaha yang canggih untuk menempatkan bom yang memuat bahan peledak setingkat militer dalam penerbangan Etihad. Khaled Khayat telah didakwa membawa bom itu ke bandara Sydney tanggal 15 Juli dalam koper yang kata polisi akan dibawa saudaranya dalam penerbangan tersebut. Karena alasan yang tidak diketahui, koper itu tidak pernah melewati konter check-in. Polisi mengatakan saudara Khayat tidak mengetahui koper itu memuat bom. Merhi dijadwalkan hadir di pengadilan tanggal 24 Agustus. [gp]

XS
SM
MD
LG