Tautan-tautan Akses

Saingi WhatsApp di India, Paytm Akan Luncurkan Layanan Pesan


Ikon aplikasi WhatsApp dan Facebook tampak di layar sebuah telpon genggam di New York. (Foto:dok)

Perusahaan penyedia sistem pembayaran digital terkemuka India, Paytm, berencana meluncurkan layanan pesan pada akhir bulan ini untuk bersaing dengan WhatsApp milik Facebook Inc., menurut laporan kantor berita Reuters (1/8).

Didukung oleh perusahaan telekomunikasi Softbank dari Jepang dan Alibaba dari China, Paytm ingin menarik orang-orang di India untuk menggunakan layanan pesan yang disatukan dengan aplikasi pembayarannya. Konsumen-konsumen di India sudah banyak menggunakan aplikasi pembayaran digital untuk membeli berbagai macam barang mulai dari makanan sampai tiket pesawat.

Layanan pesan Paytm bisa digunakan untuk mengirim audio, video, gambar dan teks oleh penggunanya, menurut sumber yang menolak memberitahukan identitasnya.

"Paytm ingin menjadi pusat digital untuk perdagangan India dimana konsumen dapat berkomunikasi, berbelanja, dan menggunakan layanan keuangan," kata Pavel Naiya, seorang analis pada perusahaan penelitian teknologi Counterpoint.

Paytm memiliki lebih dari 225 juta pengguna di India.

WhatsApp, yang memiliki 200 juta pengguna aktif bulanan pada bulan Februari di India,juga menjajagi layanan pembayaran digital di negara tersebut. India adalah pasar tunggal terbesar untuk Whatsapp.

Awal tahun ini, program olah pesan India lainnya, Hike, meluncurkan layanan pembayaran elektronik pada aplikasinya untuk mengambil keuntungan dari pertumbuhan transaksi digital di negara ini.

Pembayaran elektronik di India melonjak setelah negara tersebut pada akhir tahun lalu melarang pembayaran menggunakan uang kertas lama yang bernilai tinggi. Sejak itu, perusahaan-perusahaan seperti Paytm telah meningkatkan pangsa pasar mereka dengan cepat.

Pembayaran digital di India akan melonjak 10 kali lipat menjadi $500 miliar hingga tahun 2020, menurut sebuah laporan 2016 oleh Boston Consulting Group.

Rencana Paytm untk meluncurkan layanan pesan pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal.

Paytm tidak menanggapi email yang meminta komentar. WhatsApp tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar. (aa/fw)

XS
SM
MD
LG