Tautan-tautan Akses

Rusia: Terlalu Dini Ambil Kesimpulan Soal Penembak Dubes Rusia di Turki


Juru bicara Presiden Rusia Dmitry Peskov (Foto: dok).

Juru bicara Presiden Rusia Dmitry Peskov mengatakan hari Rabu (21/12) hendaknya jangan buru-buru menarik kesimpulan sebelum penyelidikan bersama mengenai pembunuhan itu rampung.

Rusia mengatakan hari Rabu (21/12) masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan mengenai si penembak yang membunuh duta besar Rusia di Turki.

Seorang polisi yang sedang tidak berdinas menembak Duta Besar Andrei Karlov hari Senin (19/12) di Ankara. Seorang saksi mengatakan kepada VOA si penembak meneriakkan: "Jangan lupakan Aleppo! Jangan lupakan Suriah! Selama tanah air kami tidak aman, Anda tidak akan aman!”

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Amerika dalam pembicaraan telepon bahwa Turki yakin pembunuh terkait dengan ulama Muslim Fethullah Gulen, yang tinggal di Amerika Serikat dan juga dituduh mendalangi kudeta yang gagal bulan Juli di Turki.

Juru bicara Presiden Rusia Dmitry Peskov mengatakan hari Rabu (21/12) hendaknya jangan buru-buru menarik kesimpulan sebelum penyelidikan bersama mengenai pembunuhan itu rampung.

Amerika Serikat menyebut “sangat keterlaluan” pendapat yang menuduh Amerika terlibat atau mendukung pembunuhan itu karena kehadiran Gulen di Amerika Serikat.

Juru bicara departemen Luar negeri Amerika John Kirby mengatakan hari Selasa (20/12) bahwa Menteri Luar Negeri Kerry menyampaikan keprihatinannya mengenai sebagian ucapan-ucapan yang datang dari Turki dalam pembicaraan telepon dengan Cavusoglu. [gp]

XS
SM
MD
LG