Tautan-tautan Akses

Rusia Pertimbangkan Pembalasan atas Pengusiran 35 Diplomat oleh AS


Wakil Menlu Rusia Sergei Ryabkov (foto: dok).

Pemerintah Rusia "marah" bahwa Amerika Serikat belum menyelesaikan masalah pengusiran 35 diplomat Rusia pada bulan Desember lalu.

Moskow sedang mempertimbangkan tindakan pembalasan, kata Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov hari Selasa, tanpa mengungkapkan rincian lebih lanjut.

"Kami memikirkan langkah-langkah khusus, dan saya tidak percaya bahwa ini harus didiskusikan secara terbuka," Lavrov mengatakan kepada para wartawan dalam pertemuan yang disiarkan melalui televisi.

Wakilnya, Sergei Ryabkov, mengatakan kepada 'Sputnik News' - kantor berita pemerintah Rusia - bahwa “opsi-opsi sedang dipertimbangkan, tetapi reaksi keras telah dipersiapkan," dalam wawancara pada hari Selasa (11/7).

Pada bulan Desember, Presiden Barack Obama mengenakan sanksi terhadap dua badan intelijen, mengusir 35 agen Rusia, dan menutup dua kompleks milik Rusia di di Amerika Serikat. Rusia segera mengecam sanksi tersebut sebagai tindakan melanggar hukum dan mengancam akan melakukan pembalasan.

Presiden Rusia Vladimir Putin memutuskan tidak akan melakukan pembalasan langsung dan tidak mengusir diplomat Amerika - keputusan yang dipuji oleh Presiden Donald Trump sebagai "langkah yang bagus."

Tapi Moskow ingin mendapatkan kembali properti miliknya di Amerika Serikat, di Washington DC dan San Francisco. Hal itu ada di dalam agenda pertemuan tatap muka pertama Putin dengan Trump di Hamburg, menurut Kremlin. [sp]

XS
SM
MD
LG