Tautan-tautan Akses

Rusia Katakan Gagalkan Serangan Ukraina di Donetsk


Seorang tentara Ukraina menembakkan mortir ke posisi Rusia di garis depan dekat Bakhmut, wilayah Donetsk, Ukraina, 28 Mei 2023. (Foto: AP)
Seorang tentara Ukraina menembakkan mortir ke posisi Rusia di garis depan dekat Bakhmut, wilayah Donetsk, Ukraina, 28 Mei 2023. (Foto: AP)

Rusia pada Senin (5/6) mengatakan pasukannya memukul mundur serangan skala besar Ukraina di wilayah Donetsk di Ukraina Selatan.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov mengatakan tujuan pihak Ukraina adalah berupaya menerobos apa yang mereka anggap sebagai daerah terlemah di garis depan, tetapi upaya ini “tidak berhasil.”

Serangan Ukraina, kata Konashenkov, melibatkan enam batalion mekanis dan dua batalion tank.

Donetsk adalah salah satu daerah yang diduduki Rusia yang diklaim Presiden Vladimir Putin telah dianeksasi tahun lalu dalam langkah yang ditolak masyarakat internasional.

Belum jelas apakah serangan Ukraina yang dilaporkan itu merupakan bagian dari serangan balasan yang telah lama direncanakan Ukraina dalam upaya menguasai kembali daerah-daerah yang direbut pasukan Rusia setelah invasi skala penuh mereka awal tahun lalu.

Seorang tentara Ukraina menembakkan mortir ke posisi Rusia di garis depan dekat Bakhmut, wilayah Donetsk, Ukraina, Senin, 29 Mei 2023. (Foto: AP)
Seorang tentara Ukraina menembakkan mortir ke posisi Rusia di garis depan dekat Bakhmut, wilayah Donetsk, Ukraina, Senin, 29 Mei 2023. (Foto: AP)

Militer Ukraina mengatakan dalam laporan hariannya bahwa ada 29 pertempuran di wilayah Donetsk dan Luhanks.

Sementara itu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menggunakan pidato hariannya Minggu malam untuk mengenang anak-anak yang telah tewas “akibat agresi Rusia” sejak 2014, termasuk bocah perempuan berusia 2 tahun di wilayah Dnipro pada Sabtu malam.

“Hari ini di negara kita adalah hari mengenang anak-anak yang tewas akibat agresi Rusia sejak 2014. Anak-anak yang seharusnya hidup jika sekelompok preman di Kremlin, di Moskow, tidak menganggap diri mereka sebagai pemimpin yang katanya memiliki hak untuk memutuskan nasib bangsa-bangsa,” kata Zelenskyy.

Zelenskyy mengatakan 485 anak-anak kehilangan nyawa mereka akibat serangan Rusia.

“Ini adalah jumlah yang dapat kami kukuhkan secara resmi, tahu data masing-masing anak. Angka sesungguhnya jauh lebih tinggi,” katanya.

Ia juga mengatakan tentang 19.505 anak-anak Ukraina yang telah dideportasi ke Rusia dan masih “berada di tangan musuh.”

PBB mengatakan sekitar 1.000 anak-anak Ukraina lainnya telah terluka. [uh/ab]

Forum

XS
SM
MD
LG