Tautan-tautan Akses

Rusia Harap Hadirkan Wajah Segar untuk Piala Dunia di Tengah Isolasi Global


Toko di Moscow dihiasi dengan bola-bola raksasa menyambut Piala Dunia 2018 di Moscow, Rusia.

Ungkapan jangan campur adukkan politik dan olahraga 'sering terdengar di jalan-jalan Moskow akhir-akhir ini. Tapi sulit untuk mengabaikan situasi unik pertandingan sepak bola Piala Dunia tahun ini. Selagi pertandingan berlangsung di Rusia, negara itu masih terkena berbagai sanksi internasional atas aneksasi dan invansinya terhadap Krimea dan Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin memandang Piala Dunia sebagai kesempatan untuk mematahkan isolasi itu dan menyajikan citra lain Rusia kepada dunia.

Upacara pembukaan hampir sempurna ketika Rusia mulai menjadi tuan rumah Piala Dunia Kamis lalu. Kemenangan lima-nol atas Arab Saudi; ribuan penggemar memenuhi lapangan-lapangan dan semuanya disiarkan bagi ratusan juta orang penonton di seluruh dunia.

Andrey Kolesnikov dari Carnegie Moscow Center mengatakan, "Bagi Putin sendiri, Piala Dunia ini sangat penting, yang dimaksudkan untuk menunjukkan apa yang disebutnya wajah kedua", wajah yang ramah dan terbuka, yang secara teoritis bisa berkontribusi pada perubahan citra Rusia,dan Putin sendiri, kalau bukan karena peristiwa-peristiwa sebelumnya."

Peristiwa-peristiwa yang membuat Rusia menjadi musuh negara Barat: aneksasi Krimea dan invasi Ukraina pada tahun 2014; penembakan jatuh pesawat Malaysia Airlines penerbangan MH17, yang menurut para penyelidik ditembak jatuh oleh misil Rusia; intervensi di Suriah untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad; dan peracunan agen ganda Sergei Skripal dan putrinya di Inggris, yang terang-terangan dituduh Inggris dilakukan oleh Rusia.

Menurut Andrew Foxall dari The Henry Jackson Society, "Orang menyaksikan kekuatan lunak yang diperoleh Rusia dari Olimpiade Musim Dingin 2014 di Sochi dan betapa cepatnya melupakannya ketika Rusia mulai mencaplok Krimea bahkan sebelum upacara penutupan dimulai. Jadi ada hal lain yang dimainkan Rusia, dimana Rusia akan menggunakan Piala Dunia sebagai contoh kebangkitannya kembali sebagai kekuatan besar. Dan negara-negara Barat, dengan berpartisipasi di Piala Dunia, seperti membiarkan Presiden Putin menggambarkan pertandingan dengan hal-hal tersebut.”

Kesuksesan Piala Dunia merupakan kunci bagi rencana Kremlin.

Para analis mengatakan perlu lebih dari pertandingan sepakbola untuk mengakhiri isolasi Rusia.

"Sayangnya, akan luar biasa besar pekerjaan yang harus dilakukan untuk membatalkan apa yang sudah dilakukan. Rusia tidak bisa mencairkan konflik Donbass di Ukraina Timur dalam situasi politiknya saat ini. Rusia tidak akan pernah menyerahkan kembali Krimea kepada Ukraina. Sudah terlambat. Rusia tidak siap untuk mengekspresikan keinginan politiknya untuk melakukan pembicaraan serius dengan Barat," kata Kolesnikov.

Para analis mengatakan di samping permainan kekuatan lunak pada Piala Dunia dan Olimpiade Sochi, Putin mempertahankan popularitasnya melalui kampanye militer di Ukraina dan Suriah. [my/al]

Recommended

XS
SM
MD
LG