Tautan-tautan Akses

Takut Gempa Susulan, Ribuan Warga Nepal Menginap di Udara Terbuka


Para petugas keselamatan berdiri di samping gedung yang ambruk akibat gempa di Kathmandu (12/5). (AP/Ranup Shrestha)
Para petugas keselamatan berdiri di samping gedung yang ambruk akibat gempa di Kathmandu (12/5). (AP/Ranup Shrestha)

Pemerintah lokal meminta pemerintah pusat mengirim lebih banyak helikopter dan pasokan, karena masih banyak orang terluka terperangkap di desa-desa.

Ribuan warga yang ketakutan menginap di luar udara terbuka menyusul gempa baru yang menewaskan puluhan orang dan menyebarkan lebih banyak penderitaan di Nepal, yang masih terguncang akibat gempa dashyat yang menewaskan lebih dari 8.000 orang hampir tiga minggu lalu.

Sebuah helikopter Korps Marinir AS yang membawa enam marinir dan dua tentara Nepal dilaporkan hilang ketika membagikan bantuan bencana di timur laut Nepal, menurut para pejabat AS, meski belum ada indikasi bahwa pesawat telah jatuh.

Pejabat Kementerian Dalam Negeri Laxmi Dhakal mengatakan, Rabu (13/5), bahwa helikopter angkatan darat telah mencari di wilayah Sunkhani, hampir 80 kilometer timur laut Kathmandu, untuk helikopter yang hilang.

Gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter, berpusat antara Kathmandu dan Gunung Everest, paling keras menimpa lereng Himalaya dan memicu longsor yang memblokir jalan ke desa-desa terpencil di beberapa distrik. Sebagian besar dari 65 orang yang dikukuhkan tewas pada Rabu pagi berada di distrik Dolakha, timur laut Kathmandu, menurut kepala distrik Prem Lal Lamichane.

"Warga merasa terteror. Semua orang ketakutan. Mereka menginap di udara terbuka," ujar Lamichane, menambahkan bahwa pemerintahannya kehabisan bahan bantuan.

Ia meminta pemerintah untuk mengirim lebih banyak helikopter dan pasokan, dan mengatakan banyak orang terluka terperangkap di desa-desa.

Gempa Selasa juga meninggalkan hampir 2.000 orang terluka, menurut perhitungan terakhir Kementerian Dalam Negeri. Namun jumlah korban diperkirakan meningkat seiring berdatangannya laporan mengenai orang-orang di kota-kota dan desa-desa Himalaya yang terisolasi dan terkubur di bawah puing-puing, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.

XS
SM
MD
LG