Tautan-tautan Akses

Ribuan Rumah Hancur Akibat Amukan Goni di Filipina, 16 Tewas

Foto udara bangunan yang rusak di provinsi pulau Catanduanes dari udara, akibat hantaman Topan Goni, 2 November 2020. (Foto oleh Handout / Penjaga Pantai Filipina / AFP)
Foto udara bangunan yang rusak di provinsi pulau Catanduanes dari udara, akibat hantaman Topan Goni, 2 November 2020. (Foto oleh Handout / Penjaga Pantai Filipina / AFP)

Sedikitnya 16 orang tewas setelah Topan Goni menghantam Filipina akhir pekan lalu, sementara sekitar 13.000 rumah rusak di provinsi Catanduanes, kata sejumlah pejabat, Senin (2/11).

Goni menghantam Catanduanes, Minggu dini hari, sebagai topan super dengan kecepatan angin 225 km/jam dan hembusan 280 km/jam. Tapi topan itu melemah secara signifikan setelah mendarat dan berganti arah menjauhi ibu kota, Manila, sebelum bertiup ke Laut China Selatan.

Kantor Pertahanan Sipil mengatakan sedikitnya 16 orang tewas di Catanduanes dan provinsi Albay di dekatnya, di mana tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Catanduanes, pulau yang menjadi provinsi tersendiri, sempat terisolasi karena putusnya saluran listrik dan komunikasi akibat Goni dan topan lain yang melanda seminggu sebelumnya. Tetapi para pejabat di pulau berpenduduk lebih dari 260.000 orang itu berhasil terhubung kembali ke dunia luar, Senin, setelah otoritas tanggap bencana terbang ke pulau yang hancur itu dengan membawa sejumlah telepon satelit.

Gubernur Catanduanes Joseph Cua dan sejumlah pejabat lainnya mengatakan, sedikitnya lima orang tenggelam dan empat lainnya cedera akibat topan yang menyebabkan laut pasang hingga setinggi lima meter itu. Sekitar 13.000 rumah rusak atau hanyut tersapu gelombang ketika topan menghantam provinsi itu, kata mereka. Untunglah, banyak penduduk yang sudah pergi mengungsi saat topan mendekat.

Cua menggambarkan hantaman Goni sebagai serangan parah dan melaporkan bahwa beberapa daerah pesisir disapu gelombang pasang yang menakutkan. Percakapan singkatnya dengan beberapa pejabat Kabinet di Manila disiarkan langsung di TV pemerintah.

Rumah-rumah yang rusak akibat diterpa badai di provinsi Catanduanes, Filipina timur, 2 November 2020. ((Philippine Coast Guard via AP)
Rumah-rumah yang rusak akibat diterpa badai di provinsi Catanduanes, Filipina timur, 2 November 2020. ((Philippine Coast Guard via AP)

Sekitar 80 persen tiang listrik di pulau itu roboh dan jalan yang menghubungkan 11 kota di provinsi itu hingga saat ini tidak dapat dilalui kendaraan, kata Cua.

Seorang jenderal Angkatan Darat di pulau itu meminta lebih banyak tentara dikerahkan untuk membantu mendistribusikan paket makanan dan air kepada penduduk. Ia juga melaporkan, bahwa kamp tentara hancur akibat topan dan para tentara kini berkemah di bandara, yang masih tetap terbuka.

Sebuah pesawat kargo Angkatan Udara dikerahkan untuk mengirimkan paket makanan, air minum, selimut dan barang bantuan lainnya ke provinsi itu.

Topan itu juga meluluhlantakkan provinsi terdekat, Albay. Hujan lebat yang diakibatkan topan itu mengakibatkan longsor pada Gunung Berapi Mayon, sehingga mengirim batu-batu besar dan lumpur yang menenggelamkan sekitar 150 rumah di kota Guinobatan.

Dua warga tewas di kota itu dan tiga lainnya masih dinyatakan hilang, kata Gubernur Albay Al Francis Bichara.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte melakukan inspeksi udara ke wilayah yang dilanda topan dalam perjalanan pulangnya ke Manila, Senin, dari kampung halamannya di Filipina Selatan, kata sejumlah pejabat. Pemimpin berusia 75 tahun itu dikritik karena sering tidak terlihat di hadapan publik di tengah pandemi virus corona dan badai baru-baru ini, tetapi para pembantunya mengatakan ia masih bekerja bahkan ketika jauh dari publik. [ab/uh]

This item is part of
XS
SM
MD
LG