Tautan-tautan Akses

Ribuan Pendukung Kepemilikan Senjata Protes Peraturan Senjata Api yang Ketat 


Ribuan pendukung hak kepemilikan senjata api melakukan protes di sekitar gedung Kongres di Richmond, ibukota Virginia, hari Senin (20/1).
Ribuan pendukung hak kepemilikan senjata api melakukan protes di sekitar gedung Kongres di Richmond, ibukota Virginia, hari Senin (20/1).

Ribuan pendukung hak mempunyai dan membawa senjata api berkumpul di jalan-jalan sekitar gedung Kongres di Richmond, ibukota Virginia, hari Senin (20/1), untuk menentang peraturan senjata yang lebih keras, sementara polisi mengerahkan penjagaan ketat untuk mencegah terjadinya aksi-aksi kekerasan.

Gubernur Virginia Ralph Northam menyatakan keadaan darurat di tempat demonstrasi itu, yang berlaku mulai hari Jumat minggu lalu sampai hari Selasa malam.

Peserta demonstrasi yang mengenakan jaket dan topi berburu harus melalui pemeriksaan ketat untuk mencari senjata api sebelum diperbolehkan memasuki kawasan khusus di lapangan Capitol.

Ratusan orang lainnya berkumpul di jalan-jalan sekitar gedung Kongres, sebagian membawa senjata, karena hal itu diperbolehkan diluar kawasan khusus. Para demonstran itu membawa bendera Amerika dan bendera negara bagian Virginia, serta sebuah spanduk besar bergambar sebuah senjata serbu dan kata-kata “Come and take it” atau, ‘Coba ambil, kalau berani’.

Kata seorang pendemo yang menyebut namanya Brooks, ia datang bersama sejumlah kawan termasuk seorang yang membawa senapan serbu AR-15, “untuk mendukung Amendemen Kedua UUD Amerika.”

Demonstrasi itu diatur oleh kelompok yang bernama Virginia Citizens Defense League atau Liga Pertahanan Warga Sipil Virginia, yang menentang peraturan pemilikan senjata api yang diusulkan oleh kelompok partai Demokrat yang berkuasa dalam Kongres Virginia.

Liga Pertahanan Warga Sipil itu mengecam apa yang disebutnya “pelanggaran” Amandemen Kedua UUD Amerika yang menjamin hak untuk memiliki dan membawa senjata. Amandemen itu adalah amandemen yang paling kontroversial sejak lama karena bisa ditafsirkan bermacam-macam oleh kelompok yang pro dan anti senjata.

Presiden Donald Trump, pendukung kuat lobi pro-senjata api menyatakan dukungannya atas demonstrasi itu dalam sebuah pesan Twitter minggu lalu. Katanya, “Amandemen Kedua kita sedang mendapat serangan hebat di negara bagian Virginia. Itulah yang terjadi kalau kalian mendukung partai Demokrat, karena mereka akan menyita senjata api kita. Partai Republik akan memenangkan pemilihan umum tahun 2020. Terima kasih banyak, Partai Demokrat!”

Akhir pekan lalu, FBI menangkap tujuh orang yang dituduh sebagai kelompok ekstremis kulit putih yang dicurigai akan mengadakan kerusuhan dalam aksi demonstrasi hari ini. Karena itulah Gubernur Ralph Northam menyatakan keadaan darurat di kawasan demonstrasi.

“Tidak ada seorangpun yang ingin melihat insiden seperti yang terjadi di Charlottesville,” katanya. Ia merujuk pada bentrokan yang terjadi antara kelompok supremasis kulit putih dan demonstran anti-rasis yang terjadi bulan Agustus tahun 2017, di mana satu orang meninggal dan puluhan luka-luka. (ii/jm)

XS
SM
MD
LG