Tautan-tautan Akses

Ribuan Orang Protes Menentang Rencana Penggusuran Masjid di China


Warga Muslim Hui, kelompok etnis minoritas Muslim di China, sholat berjamaah di Masjid Niujie, Beijing, 18 Juli 2015. (Foto: dok).

Ribuan Muslim berkumpul di sebuah masjid di China Baratlaut, Jumat (10/8) untuk memprotes rencana penggusuran masjid itu. Ini merupakan suatu unjuk perlawanan yang terbuka dan jarang dilakukan terhadap upaya-upaya pemerintah untuk mengatur praktik beragama di negara tersebut.

Massa warga Hui, kelompok etnis minoritas Muslim di China , mulai berkumpul di Masjid Raya di kota Weizhou, Kamis (9/8), kata warga Hui setempat yang dihubungi Associated Press melalui telepon.

Ma Sengming, lelaki berusia 72 tahun yang berada di tengah protes sejak Kamis pagi hingga Jumat siang mengatakan, banyak orang menangis. Mereka tidak mengerti mengapa penggusuran harus dilakukan.

Ma mengatakan massa meneriakkan “Lindungi agama di China!” dan “Cintai negara, cintai agama!”

Protes berlangsung sementara kelompok-kelompok agama yang kebanyakan diterima keberadaannya pada masa lalu menghadapi kebebasan beragama yang kian kecil. Pemerintah berusaha menanamkan pengaruh China yang kian besar terhadap agama-agama, dengan membuat umat memprioritaskan kesetiaan kepada Partai Komunis yang berkuasa, yang secara resmi ateis. Lambang bulan sabit dan kubah disingkirkan dari masjid-masjid, gereja-gereja Kristen ditutup dan Alkitab disita, dan anak-anak Tibet dipindahkan dari kuil-kuil Buddha ke sekolah-sekolah biasa.

Warga Weizhou khawatir oleh berita bahwa pemerintah berencana menggusur masjid meskipun pada awalnya menyetujui pembangunan masjid tersebut, yang baru tuntas tahun lalu.

Sekretaris Partai Komunis kota itu bahkan menyampaikan pidato sambutan di lokasi sewaktu pembangunan masjid dimulai, kata Ma Zhiguo, warga berusia mendekati 80 tahun.

Pihak berwenang berencana menurunkan delapan dari sembilan kubah masjid itu dengan alasan bahwa bangunan tersebut dibangun lebih besar daripada yang diizinkan, ujar Ma seraya menambahkan bahwa hal tersebut ditolak para anggota masyarakat.

Ma mempertanyakan bagaimana mungkin mereka membiarkan penggusuran terhadap masjid yang masih baik kondisinya. Masjid Raya itu dapat menampung sekitar 30 ribu Muslim dan dibangun dengan dana pribadi umat. [uh]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG