Tautan-tautan Akses

IOM: 20 Ribu Migran Diselamatkan dari Ambang Kematian di Gurun Sahara


Migran Afrika berangkat dari kota Agadez, Niger menuju Libya dengan melewati gurun Sahara (foto: dok).
Migran Afrika berangkat dari kota Agadez, Niger menuju Libya dengan melewati gurun Sahara (foto: dok).

Sejak memulai operasi penyelamatan Organisasi Internasional untuk Migrasi atau IOM melaporkan, telah berhasil menyelamatkan hampir 20,000 migran dari ambang kematian di gurun Sahara dalam dua setengah tahun terakhir.

Misi penyelamatan besar terakhir terjadi pada 15 Juni di Niger. Sebuah tim Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) memeriksa dengan teliti medan gurun yang gersang, dan mendapati 406 migran terdampar di bawah terik matahari tanpa air dan makanan.

Juru bicara IOM, Joel Millman mengatakan, kelompok itu termasuk pria, wanita dan anak-anak dari 14 negara Afrika Barat, terutama dari Guinea-Conakry, Mali dan Pantai Gading. Dia mengatakan mereka menuju Afrika Utara, batu loncatan menuju ke Eropa dan harapan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

“Truk yang membawa migran ke utara sering mogok di padang pasir. Dalam kasus lain, mereka tersesat atau penyelundup manusia meninggalkan migran itu menanggung nasib mereka sendiri. Hingga kini, tidak ada yang tahu berapa banyak migran yang mati karena berusaha melintasi gurun Sahara," ujar Millman.

Millman mengatakan kepada VOA bahwa ribuan nyawa yang telah berhasil diselamatkan IOM hanyalah ibarat setetes air di lautan.

“Kita tahu bahwa mungkin ribuan korban bahkan mungkin tulang-belulang mereka tidak terlihat lagi karena tertutup pasir atau dimakan oleh binatang. Kami hanya bisa mengandalkan keberuntungan. Saya bisa mengatakan, sebagian besar jika bisa mendapat sumber daya yang diperlukan. Terkadang pemerintah setempat bisa sangat membantu. Terkadang sumber daya yang ada tidak dapat memenuhi kebutuhan yang diperlukan,” tambahnya.

Migran yang diselamatkan dibawa ke salah satu dari beberapa pusat transit IOM, di mana mereka menerima bantuan darurat kemanusiaan. Millman mengatakan, 98 persen migran menerima tawaran IOM untuk membantu mereka kembali ke asalmereka. Meskipun nyawa mereka terancam, ia mengatakan setelah satu tahun atau lebih banyak migran sering memutuskan untuk sekali lagi, melintasi Gurun Sahara yang berbahaya menuju Afrika Utara. (ps/al)

Recommended

XS
SM
MD
LG