Tautan-tautan Akses

Unjukrasa Anti AS di Kabul Berakhir dengan Kekerasan


Polisi Afghanistan melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan demonstran yang memrotes rencana pembakaran al-Quran yang telah dibatalkan di AS.

Unjukrasa anti Amerika hari Rabu berubah menjadi aksi kekerasan, saat polisi dan para pengunjukrasa bentrok di Kabul – ibukota Afghanistan.

Ratusan pengunjukrasa meneriakkan kata “Matilah Amerika”, membakar ban-ban, dan memblokir jalan utama sebagai bagian dari unjukrasa menentang rencana sekelompok kecil pengikut gereja di Amerika untuk membakar ratusan Al Qur’an yang sebelumnya telah dibatalkan.

Sedikitnya 35 petugas polisi dan 10 pengunjukrasa terluka saat polisi bergerak untuk membubarkan kerumunan yang melemparkan batu. Para pejabat Afghanistan mengatakan polisi menembakkan peluru setelah ditembak oleh para pengunjukrasa.

Beberapa pengunjukrasa mengibarkan bendera Taliban dan polisi mengatakan sejumlah anggota kelompok militan tersebut telah menyusup ke tengah kerumunan massa.

Rencana sebuah gereja di Amerika untuk membakar Al Qur’an menandai peringatan serangan 11 September telah dibatalkan pekan lalu, menyusul munculnya kemarahan internasional.

Polisi menembakkan peluru pada unjukrasa serupa di propinsi Logar timur hari Minggu, menewaskan dua pengunjukrasa.

XS
SM
MD
LG