Tautan-tautan Akses

Pemimpin Oposisi Jadi Sasaran Kemarahan Sebagian Pemilih Mesir


Mohamed ElBaradei (tengah) meninggalkan sebuah TPS referendum di Kairo, Sabtu (19/3). Tokoh oposisi menentang amandemen UUD tentang pemilu.
Mohamed ElBaradei (tengah) meninggalkan sebuah TPS referendum di Kairo, Sabtu (19/3). Tokoh oposisi menentang amandemen UUD tentang pemilu.

Beberapa dari mereka melempari mobilnya dengan batu ketika Mohamed ElBaradei meninggalkan sebuah TPS di Kairo.

Sekelompok warga Mesir yang marah memrotes pemimpin oposisi Mesir Mohamed ElBaradei, ketika dia memberikan suaranya dalam referendum tentang amendemen konstitusi.

Mereka berseru, “Kami tak inginkan Anda,” pada hari Sabtu ketika peraih Hadiah Nobel ini tiba di sebuah TPS di Kairo. Beberapa dari mereka melempari mobilnya dengan batu ketika ElBaradei meninggalkan TPS. Mantan Kepala Badan Nuklir PBB (IAEA) ini telah mengatakan ia ingin mencalonkan diri menjadi presiden.

Secara keseluruhan, referendum berlangsung damai di seluruh Mesir. Pemilih dilaporkan berjumlah besar dalam langkah pertama negeri inimenuju demokrasi. Saksi mata mengatakan antrean panjang terjadi di banyak TPS.

Referendum tentang amendemen konstitusi dilakukan agar pemilu berlangsung bebas dan bersih, menyusul pengunduran diri Presiden Mesir Husni Mubarak bulan Februari.

Amandemen tersebut akan membuka pemilu bagi semua kandidat oposisi dan membatasi jabatan presiden untuk dua masa jabatan saja masing-masing empat tahun tahun. Hasil amandemen akan memungkinkan pemilu parlemen dan pemilu presiden berlangsung akhir tahun.

Kebanyakan kelompok sekuler dan aktivis-aktivis reformasi, termasuk ElBaradei dan ketua Liga Arab Amir Musa menentang amandemen tersebut. Musa juga berniat mencalonkan diri menjadi presiden.

Penentang amandemen mengatakan pemilu yang cepat hanya akan menguntungkan dua partai politik mapan di Mesir, yakni Partai Nasional Demokrasi pimpinan Mubarak dan Partai Ihwanul Muslim. Penentang mendesak pemilih Mesir menolak amandemen tersebut.

Tetapi, mereka yang mendukung amandemen berkeyakinan penolakan terhadap perubahan UUD hanya akan memperpanjang kekuasaan dewan militer yang menguasai Mesir setelah Mubarak mundur.

XS
SM
MD
LG