Tautan-tautan Akses

Rakyat Australia Hilang Kepercayaan terhadap China


94 persen warga Australia menghendaki pemerintah negara itu mengurangi ketergantungan ekonominya pada China. (Foto: ilustrasi).

Mayoritas warga Australia telah hilang kepercayaan terhadap China, sementara kedua negara terlibat dalam perselisihan yang meruncing mengenai perdagangan dan pandemi virus corona, demikian hasil survei Lowy Institute yang dilansir hari Rabu.

Survei itu menunjukkan 23 persen warga Australia menyatakan China bertindak dengan bertanggung jawab di dunia. Sementara itu, jajak pendapat serupa tahun 2018 menunjukkan angkanya mencapai 52 persen.

Survei itu juga mendapati bahwa 94 persen warga Australia menghendaki pemerintah negara itu mengurangi ketergantungan ekonominya pada China.

Hubungan antara negara-negara bertetangga di kawasan Asia-Pasifik ini terus terkikis dalam beberapa bulan belakangan terkait desakan Canberra bagi penyelidikan independen terhadap asal usul pandemi virus corona. Virus ini pertama kali dideteksi tahun lalu di Wuhan, kota di China Tengah.

Beijing telah memberlakukan tarif besar terhadap impor jelai (barley) dan membekukan impor daging sapi Australia, tampaknya sebagai pembalasan atas sikap Canberra. China juga menganjurkan rakyatnya dan para pelajar China agar mempertimbangkan kembali Australia sebagai tujuan wisata atau pendidikan mereka, dengan alasan diskriminasi rasial. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG