Tautan-tautan Akses

Rakyat Amerika Risau dengan Ebola


Pakistani villagers wade across a flooded road after heavy rain on the outskirts of Peshawar. Flash floods triggered by torrential rains killed dozens of people in northwest Pakistan, officials said.
Pakistani villagers wade across a flooded road after heavy rain on the outskirts of Peshawar. Flash floods triggered by torrential rains killed dozens of people in northwest Pakistan, officials said.

Sebuah jajak pendapat Gallup menunjukkan bahwa rakyat Amerika memasukkan Ebola sebagai salah satu dalam 10 masalah terbesar di negara itu.

Sebuah survei baru-baru ini menunjukkan bahwa lebih dari empat dari 10 orang Amerika khawatir mereka atau kerabat mereka dapat terjangkiti virus Ebola, meski sejauh ini baru tiga orang yang dikukuhkan terinfeksi penyakit tersebut di Amerika Serikat.

Di dunia tempat berita ditayangkan 24 jam, sulit untuk menghindari laporan-laporan mengenai ancaman Ebola. Beberapa mengatakan pemberitaan Ebola meningkatkan kegelisahan di antara rakyat Amerika.

Warga Washington Jau’Nelle Hugee mengatakan Ebola menambah tingkat stressnya yang sudah tinggi.

Menjaga kesehatan adalah caranya melawan virus tersebut. Hugee mengatakan ia merasa sangat gelisah harus pergi ke rumah sakit.

Sebuah jajak pendapat Gallup menunjukkan bahwa rakyat Amerika memasukkan Ebola sebagai salah satu dalam 10 masalah terbesar di negara itu, sementara survei lainnya menunjukkan hampir setengah rakyat Amerika khawatir mereka atau orang-orang yang mereka cintai akan terinfeksi.

Asosiasi Psikologis Amerika mengatakan informasi yang salah telah menyebabkan kerisauan.

Setelah orang pertama di AS didiagnosa dengan Ebola dan dibawa ke rumah sakit di Dallas, Texas, kepala Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Thomas Frieden merasa optimis tidak akan ada lagi kasus lain dan bahwa semua rumah sakit di negara itu dapat menangani kasus Ebola dan melakukan isolasi.

Namun kemudian pasien tersebut, Thomas Eric Duncan, meninggal, dan dua perawat yang menjaganya didiagnosa dengan Ebola.

Dan itulah yang membuat panik sejumlah warga Amerika.

Para psikolog mengatakan merasa gelisah baik karena meningkatkan kewaspadaan. Namun terlalu gelisah juga bisa melumpuhkan.

Saran yang terbaik adalah untuk mendapatkan fakta-fakta dari para ahli. Namun terkadang bahkan para ahli tidak tahu jawabannya.

“Saya kira kita tidak dapat memperkirakan kapan epidemi ini akan berakhir," ujar Anthony Faucy, ahli penyakit menular dari Lembaga Kesehatan Nasional.

XS
SM
MD
LG