Tautan-tautan Akses

Protes Sambut Kunjungan Raja Spanyol ke Barcelona


Raja Spanyol, Felipe VI

Raja Felipe melakukan lawatan ke Barcelona hari Jumat (23/2) yang merupakan bagian dari kawasan Catalonia yang hendak memisahkan diri dari Spanyol.

Protes-protes untuk mendukung dan menentang pemisahan dari Spanyol menandai kunjungan Raja Felipe ke Barcelona dalam lawatan pertamanya ke Ibukota Catalan, sejak pemungutan suara regional bulan Oktober yang menuntut kemerdekaan.

Para anggota golongan separatis turun ke jalan-jalan, plaza dan balkon-balkon hari Minggu, sambil memukul panci dalam apa yang telah menjadi tindakan ritual perlawanan sejak pemerintah pusat Spanyol menjalankan pemerintahan langsung pada bulan November, dan membubarkan pemerintah daerah.

Magdalena Villella, warga Barcelona mengatakan, "Borbon, Felipe, menyampaikan pidato yang sangat keras melawan Catalonia dan dia mendukung polisi yang menyerbu kami pada tanggal 1 Oktober. Mereka telah memenjarakan pemimpin kami dan dia tidak melakukan apapun untuk kami, dan tidak menanyakan tentang orang-orang yang cedera. Dia sama sekali tidak peduli dengan nasib rakyat Catalan, Catalonia, dan banyak masalah kami."

Tetapi para pendukung yang melambai-lambaikan bendera mendukung persatuan dengan Spanyol juga mengadakan demonstrasi di pusat kota untuk menyambut raja, yang menyebabkan bentrokan di jalan- jalan dengan kelompok separatis yang menunjukkan terpecahnya masyarakat Catalonia. Paling sedikit dua orang ditangkap Minggu malam.

Ketegangan meningkat dalam beberapa hari terakhir, setelah Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy menyarankan penggunaan peraturan untuk menggunakan kembali bahasa Spanyol sebagai bahasa utama di sekolah-sekolah Catalan.

Serikat kerja guru-guru Catalan telah mengancam akan mengadakan pemogokan dan demonstrasi massal untuk menghalangi tindakan tersebut.

Golongan separatis telah menyamakan usaha untuk menerapkan kekuasaan pusat dalam pendidikan dengan kediktatoran Jenderal Francisco Franco dari masa setengah abad yang lalu yang melarang menggunakan bahasa Catalan.

Namun, para pendukung langkah tersebut mengatakan pemerintah pasca- Franco telah banyak menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah daerah, yang menggunakan bahasa lokal untuk meningkatkan separatisme dan mendorong kepentingan politik mereka sendiri. [sp/ii]

XS
SM
MD
LG