Tautan-tautan Akses

Rahul Gandhi Jadi Pemimpin Partai Oposisi Utama India


Rahul Gandhi, presiden partai oposisi utama India yang baru terpilih, mencium dahi ibunya dan pemimpin partai, Sonia Gandhi, setelah mengambil alih jabatan presiden partai Kongres pada upacara di markas partai tersebut di New Delhi, India, 16 Desember 2017.

Rahul Gandhi, generasi keempat dinasti politik Nehru-Gandhi yang berpengaruh di India, Sabtu (16/12), secara resmi menjadi ketua Partai Kongres, partai oposisi utama di India. Rahul Gandhi menerima jabatan itu dari ibunya, Sonia Gandhi.

Dalam sebuah upacara serah terima jabatan yang diwarnai pesta dansa dan kembang api di New Delhi, Sonia Gandhi dalam pidatonya menggambarkan putranya yang berusia 47 tahun itu sebagai harapan baru bagi Partai Kongres.

Rahul Gandhi dalam pidatonya menggambarkan dirinya sebagai seorang idealis, dan mengatakan bahwa rakyat India saat ini dikelabui oleh kebijakan-kebijakan yang diberlakukan pemerintah Perdana Menteri Narendra Mondi.

Modi dari partai Hindu, Bharatiya Janata, akan menjadi saingan kuat Rahul Gandhi dalam pemilu tahun 2019. Partai itu sejak 2014 berhasil mengikis pengaruh Partai Kongres, yang telah berkuasa selama hampir tujuh dekade. Partai Gandhi sendiri saat ini mengalami kekalahan memalukan di beberapa pemilu negara bagian meski telah berusaha keras meraih kembali dukungan.

Sebagai perdana menteri, Modi telah bersumpah untuk menciptakan India yang bebas dari pengaruh Partai Kongres, sementara menjanjikan kebangkitan bagi kekuatan nasionalis Hindu.

Rahul Gandi mengatakan, partainya membawa India ke abad 21, sementara partainya Modi membawa negara itu ke masa lampau sewaktu orang-orang dibantai karena keyakinan mereka dan apa yang mereka makan. “Kekerasan ini memalukan India di mata dunia,” katanya.

Pernyataan Rahul Gandhi ini merujuk pada serangan sporadis yang dilalukan sejumlah kelompok terhadap orang-orang Muslim dan Hindu dari kasta rendah yang memakan daging sapi sejak Partai Bharatiya Janata berkuasa. Serangan-serangan tersebut menimbulkan kekhawatiran akan bekembangnya sikap intoleransi kelompok-kelompok Hindu di bawah pemerintahan partai itu. [ab]

XS
SM
MD
LG