Tautan-tautan Akses

Qantas Bukukan Kerugian Tahunan $1,9 Miliar


Pesawat jet milik Qantas bersiap lepas landas dari Bandara Sydney, Australia, 22 Juli 2020.

Maskapai penerbangan Australia, Qantas, mengatakan pendapatannya anjlok sebesar 82 persen dalam 12 bulan terakhir karena pandemi virus corona, sehingga perusahaan mencatat kerugian $1,9 miliar, Kamis (20/8).

Maskapai itu melaporkan "pendapatan paruh pertama yang solid pada tahun ini," tetapi disusul oleh hampir ambruknya permintaan.

CEO Alan Joyce mengatakan, Qantas memangkas 6.000 pegawai dan mengandangkan sekitar 100 pesawatnya hingga setahun untuk memangkas biaya sebesar $10 miliar.

Pesaing utamanya, maskapai Virgin Australia, dalam proses kebangkrutan pada April, tidak lama setelah Australia menutup perbatasan internasionalnya dan penerbangan domestik yang merosot.

Joyce mengatakan, pandemi akan terus "berdampak besar" pada bisnis, dengan perkiraan "kerugian signifikan" tahun depan.

Beberapa perbatasan negara bagian di dalam negeri tetap ditutup, sementara Qantas mengatakan tidak akan ada penerbangan internasional hingga pertengahan 2021. [ps/ft]

Recommended

XS
SM
MD
LG