Tautan-tautan Akses

Putra raja atau Shah terakhir Iran menghimbau kepada Presiden Amerika Donald Trump agar membedakan antara rakyat Iran dan penguasa Islamis mereka sementara Presiden mempertimbangkan apakah akan mengenakan pembatasan baru imigrasi ke Amerika Serikat.

Dalam wawancara studio eksklusif dengan VOA Bahasa Persia, Putra Mahkota Reza Pahlavi mengatakan warga Iran merasa tersinggung disamakan dengan pemerintah Iran yang sudah lama dituduh Washington mensponsori terorisme sedunia. "Yang paling menyakitkan bagi kami warga Iran, setiap kali nama Iran muncul, orang mengatakan, ‘terorisme Iran.’ Bukan Iran dan bukan warga Iran, melainkan Rezim Iran-lah yang terlibat dalam terorisme," kata Pahlavi, yang memimpin kelompok oposisi Dewan Nasional Iran untuk Pemilu Bebas. "Banyak warga Iran juga telah menjadi korban rezim, itulah sebabnya saya kira penting untuk menjelaskan perbedaan antara keduanya . . . untuk memastikan Amerika tidak memandang semua orang Iran sama," ujarnya.

Iran sudah lama membantah sebagai negara sponsor terorisme, dengan mengatakan sebaliknya Iran adalah korban terorisme. Trump memasukkan Iran dalam kelompok 7 negara yang warganya dilarang untuk sementara memasuki Amerika dalam instruksi presiden tanggal 27 Januari, dengan alasan pemerintahan Amerika sebelumnya telah menentukan negara-negara tersebut sebagai sumber kegiatan terorisme. [gp]

XS
SM
MD
LG