Tautan-tautan Akses

Putin Bantah Intervensi Pemilu Negara Lain

  • Associated Press

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kanselir Jerman Angela Merkel bersalaman setelah pembicaraan mereka di kediaman Putin di Sochi, Rusia.

Di tengah ketegangan hubungan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Rusia Vladimir Putin hari Selasa (2/5) membantah bahwa pihaknya pernah melakukan intervensi terhadap pemilu di negara-negara lain.

Berbicara dalam konferensi pers bersama seusai pertemuan di kediamannya di Laut Hitam, Putin mengatakan tudingan bahwa Rusia melakukan campur tangan dalam pemilu presiden Amerika tahun 2016 “hanya isu semata” yang digunakan sebagai bagian dari pertarungan politik di Washington DC. Ia membantah melakukan intervensi terhadap pemilu di negara-negara Eropa.

Badan-badan inteligen Amerika mengatakan memiliki bukti definitif bahwa Rusia berada di balik peretasan beberapa akun email pejabat Partai Demokrat, untuk menguntungkan tim kampanye Donald Trump dan menganggu pesaingnya, Hillary Clinton.

Merkel mengatakan ia yakin Jerman bisa mengatasi kampanye disinformasi dalam pemilu Jerman mendatang. Ketika ditanya tentang ancaman itu dalam konferensi pers, Merkel menyebut dua insiden baru-baru ini yang digambarkannya sebagai “misinformasi yang semena-mena.”

Dalam satu contoh, media dan Menteri Luar Negeri Rusia mengklaim bahwa seorang gadis asal Rusia berusia 13 tahun telah diculik dan diperkosa oleh beberapa pencari suaka di Berlin dan bahwa pihak berwenang di Jerman telah menutup-nutupi kasus itu. Polisi kemudian mengetahui bahwa gadis itu telah mengarang cerita penculikan tersebut, meskipun seorang laki-laki yang berusia 20 tahunan telah dituntut melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Merkel mengatakan Jerman akan “mengambil tindakan tegas” jika diyakini ada campur tangan asing dalam pemilu, dan menambahkan sudah menjadi pengetahuan umum bahwa “serangan dunia maya merupakan bagian dari doktrin militer Rusia.”

Kunjungan Merkel ke Sochi merupakan kunjungan pertama ke Rusia dalam dua tahun, ketika hubungan antara kedua negara ini masih tegang, terutama akibat konflik yang belum selesai di Ukraina bagian timur.

Merkel dan Putin terakhir kali bertemu di Jerman Oktober lalu membicarakan bagaimana menghidupkan kembali proses perdamaian yang macet terkait konflik itu. Kesepakatan perdamaian yang dimediasi oleh Jerman dan Perancis tahun 2015 telah membantu mengurangi skala pertempuran antara pemberontak yang didukung Rusia dan pasukan Ukraina, namun aksi kekerasan masih terus berlanjut dan upaya mencapai penyelesaian politik telah gagal.

Merkel dan Putin hari Selasa tidak sependapat dengan penyebab konflik itu. Namun keduanya memastikan dukungan bagi perjanjian damai yang sebelumnya dirundingkan di Minsk, Belarus. [em/al]

XS
SM
MD
LG