Tautan-tautan Akses

Protes RUU yang Bakal Hapus Pengecualian Wajib Militer, Polisi Israel Bentrok dengan Kelompok Ultra-Ortodoks


Anggota kelompok protes reservis 'Brothers in Arms' mengibarkan bendera Israel selama demonstrasi di lingkungan ultra-Ortodoks Mea Shearim, menuntut kesetaraan wajib militer, di Yerusalem, 31 Maret 2024. (Foto: AP)
Anggota kelompok protes reservis 'Brothers in Arms' mengibarkan bendera Israel selama demonstrasi di lingkungan ultra-Ortodoks Mea Shearim, menuntut kesetaraan wajib militer, di Yerusalem, 31 Maret 2024. (Foto: AP)

Polisi Israel pada Kamis (11/4) dorong mundur ribuan demonstran yang memprotes RUU baru yang dapat mengakhiri pengecualian mereka dari wajib militer.

Mahkamah Agung Israel bulan lalu memerintahkan penghentian subsidi pemerintah bagi banyak laki-laki ultra-Ortodoks yang tidak menjalani wajib militer.

Sebagian besar laki-laki Yahudi diwajibkan menjalani wajib militer selama hampir tiga tahun, disusul dengan tugas cadangan selama bertahun-tahun.

Perempuan Yahudi menjalani wajib militer selama dua tahun.

Pengecualian bagi kaum ultra-ortodoks – ditambah dengan tunjangan pemerintah yang diterima oleh banyak siswa seminari hingga usia 26 tahun – telah menimbulkan kemarahan publik. [em/jm]

Forum

XS
SM
MD
LG