Tautan-tautan Akses

Profesor Universitas Arkansas Dituduh Menutupi Hubungannya dengan China


Foto Simon S. Ang, 63 tahun, yang dirilis oleh Pusat Penahanan Washington County. (Foto: AP)
Foto Simon S. Ang, 63 tahun, yang dirilis oleh Pusat Penahanan Washington County. (Foto: AP)

Universitas Arkansas telah memberhentikan sementara profesor teknik listriknya, tanpa gaji setelah ia ditangkap atas tuduhan tidak mengungkapkan hubungan dekatnya dengan pemerintah dan bisnis China.

Badan Penyelidik Federal AS (the Federal Bureau of Investigation/FBI) dan Kantor Jaksa AS di Little Rock, Arkansas, Senin (11/5) mengatakan Simon S. Ang, 63, dari Fayetteville, Arkansas, Jumat (8/5), ditangkap atas tuduhan penipuan transfer dana setelah tidak membuat pernyataan dalam permohonan pengajuan dana hibah Badan Penerbangan dan Antariksa AS (National Aeronautics and Space Administration/NASA).

Sebuah tuduhan federal mengatakan dia memberikan pernyatan bohong kepada NASA dan universitas,menyebabkan sejumlah transfer dana yang memungkinkan skema penipuan. Seorang juru bicara universitas mengatakan, Universitas Arkansas memberhentikan sementara Ang dan bekerja sama dengan penyelidik federal.

Ang masih ditahan di penjara Washington County di Fayetteville tanpa pembebasan dengan jaminan. Catatan penjara tidak mencantumkan ada pengacara bagi profesor itu. Jika terbukti bersalah, Ang bisa dihukum 20 tahun penjara.

FBI telah menghubungi perguruan tinggi dan universitas di seluruh Amerika selagi FBI berupaya menemukan asal mula dari apa yang digambarkan pihak berwenang Amerika pencurian teknologi dan rahasia dagang besar-besaran oleh para peneliti yang dibayar China.

Luas dan intensitas upaya ini terlihat pada email-email yang diperoleh kantor berita Associated Press melalui catatan permintaan informasi FBI pada universitas negeri di 50 negara bagian. Email itu menekankan tingkat kekhawatiran AS bahwa universitas, sebagai perekrut bakat asing dan cikal bakal penelitian mutakhir, khususnya merupakan target yang rentan. [my/pp]

XS
SM
MD
LG