Tautan-tautan Akses

Pria Botak Rawan jadi Korban Kekerasan untuk Ilmu Sihir di Mozambik


Pria berkepala botak rawan jadi sasaran pembunuhan di Mozambik (foto: ilustrasi).

Minggu lalu polisi di Mozambik memperingatkan laki-laki berkepala botak di negara itu agar berhati-hati setelah sekurangnya dua orang dibunuh dan anggota tubuh mereka digunakan untuk ritual black magic atau ilmu sihir. Menurut pakar setempat, meluasnya kemiskinan turut menyebabkan pembunuhan karena keyakinan mistik.

Book Sambo, pakar sosiologi yang mengajar di Universitas Eduardo Mondlane di Mozambik mengatakan serangan-serangan itu harus dilihat dalam konteks di mana orang-orang putus asa untukmemperbaiki hidup mereka dan bersedia menggunakan “ guna-guna” untuk mengubah keberuntungan mereka.

“Ini tidak perlu dianggap terpisah dari masalah-masalah sosial kita, rendahnya tingkat pendidikan, orang-orang yang punya kesulitan sosial dan ekonomi , sulit mendapat pekerjaan,” katanya dalam wawancara dengan VOA.

Polisi mengeluarkan peringatan setelah menangkap dua tersangka dalam kaitan kematian dua orang berkepala botak di provinsi Zambezia. Salah seorang korban dipenggal dan keduanya dimutilasi.

Menurut polisi para tersangka mengatakan mereka membunuh orang-orang itu sehingga para dukun bisa menggunakan organ-organ mereka untuk upacara bagi kemakmuran klien dukun tersebut.

“Motivasi mereka muncul dari kepercayaan dan budaya karena komunitas setempat mengangap orang-orang berkepala botak kaya dan bagian-bagian tubuh mereka bisa digunakan untuk memperkaya orang lain,” kata juru bicara polisi Inacio Dina.

Tiga laki-laki botak lainnya dilaporkan di bunuh bulan ini di distrik Morrumbala di Zambezia, meskipun polisi belum mengaitkan langsung kematian tersebut dengan praktik ilmu guna-guna. [my/ii]

XS
SM
MD
LG