Tautan-tautan Akses

Pria Australia Pemerkosa, Pembunuh Perempuan Dihukum Penjara Seumur Hidup


Pengadilan Australia, Rabu (23/12) menghukum penjara seumur hidup Bradley Robert Edwards (52), atas pembunuhan dan pelecehan seksual di Perth, Australia barat, 20 tahun yang lalu. (Foto: ilustrasi).

Seorang hakim, Rabu (23/12), menjatuhkan hukuman penjara yang lama terhadap seorang pria yang membunuh dua perempuan dan melakukan pelecehan seksual terhadap dua perempuan lainnya di kota Perth, Australia barat, pada masa lalu.

Kejahatan yang dilakukan pria itu, lebih dari 20 tahun yang lalu, terbukti melalui uji sidik jari dan tes DNA.

Bradley Robert Edwards (52), dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di Mahkamah Agung negara bagian Australia Barat dan harus menjalani setidaknya masa tahanan 40 tahun, hukuman minimum terpanjang dalam sejarah negara bagian itu.

Vonis itu disambut mereka yang hadir di pengadilan itu, termasuk dua korban yang masih hidup dan para kerabat dua korban yang tewas.

Kedua perempuan yang diserang Edwards menyampaikan pernyataan mereka pada sidang Rabu. “Bradley Edwards muncul sebagai penjahat dalam mimpi-mimpi buruk saya dan saya tidak bisa menghentikannya,'' kata salah seorang korban.

Edwards dinyatakan bersalah September lalu karena menculik dan membunuh pekerja pengasuhan anak bernama Jane Rimmer, 23, dan pengacara bernama Ciara Glennon, 27. Ia dibebaskan dari dakwaan pembunuhan sekretaris berusia 18 tahun dan bernama Sarah Spiers, yang merupakan orang pertama dari ketiganya yang menghilang saat keluar malam di kawasan Claremont pada tahun 1996 dan 1997.

Tubuh Spires tidak pernah ditemukan. Mayat dua lainnya ditemukan tersembunyi di semak belukar beberapa hari setelah pembunuhan mereka.

Hakim Stephen Hall mengatakan kecenderungan pemerkosa yang mengaku melakukan penculikan dengan kekerasan membuatnya mungkin juga membunuh Spiers.

Edwards mengaku bersalah melakukan pelecehan seksual terhadap dua perempuan muda di Perth pada 1988 dan 1995, pada malam menjelang persidangan terhadap dirinya dimulai.

Investigasi polisi yang diperbarui atas kejahatan-kejahatan yang tidak terpecahkan pada 1980-an dan 1990-an dalam beberapa tahun terakhir telah menyebabkan penangkapan Edwards pada 2016.

Hall menggambarkan Edwards sebagai predator berbahaya yang mencari perempuan muda yang rapuh, dan menyerang mereka untuk kepuasannya sendiri.

Namun Hall menolak untuk mengesampingkan kemungkinan Edwards mendapatkan pembebasan bersyarat. Ia hanya mengatakan hukuman seumur hidup dengan jangka waktu penahanan minimum sesuai dalam kasus tersebut.

Polisi tidak mengetahui hingga tahun 2008 bahwa sampel DNA dari pembunuh Glennon tidak pernah diuji sehingga tidak punya catatan tentang siapa pemilik DNA itu.

Sidik jari yang ditinggalkan di sebuah rumah Perth oleh seorang penyusup laki-laki yang mengenakan gaun tidur perempuan pada 1988 akhirnya mengarahkan polisi ke Edwards beberapa tahun kemudian.

Sidik jarinya tercatat pihak berwenang setelah teknisi telekomunikasi itu dihukum karena menyerang seorang perempuan di rumah sakit sewaktu ia bekerja memperbaiki sistem telepon fasilitas medis itu.

Polisi kemudian mulai serius menyelidikinya dan mengekstrak DNA-nya dari botol soda yang ditinggalkannya di bioskop. [ab/ka]

XS
SM
MD
LG