Tautan-tautan Akses

Presiden Ukraina Tawarkan Jabatan PM Kepada Oposisi


Polisi berjaga-jaga di tempat bentrokan dengan para demonstran anti-pemerintah di Kyiv (24/1).
Polisi berjaga-jaga di tempat bentrokan dengan para demonstran anti-pemerintah di Kyiv (24/1).

Tawaran itu diajukan sehari setelah ia setuju merombak lagi kabinetnya dan mengubah undang-undang baru anti-protes yang kontroversial.

Presiden Ukraina Viktor Yanukovych menawarkan posisi perdana menteri kepada salah seorang pemimpin oposisi politik, yang dalam dua bulan ini melancarkan protes anti-pemerintah.

Berita mengenai tawaran itu muncul Sabtu (25/1) di laman presiden, sehari setelah ia setuju merombak lagi kabinetnya dan mengubah undang-undang baru anti-protes yang kontroversial. Tidak jelas apakah pemimpin oposisi, Arseniy Yatsenyuk, telah menanggapi tawaran tersebut.

Pihak oposisi menuntut Presiden Yanukovych dan pemimpin nomor dua Ukraina, Perdana Menteri Mykola Azarov, mundur. Demonstran juga menyerukan dilaksanakannya pemilihan umum dini.

Krisis dipicu keputusan Yanukovych pada 21 November untuk mundur dari perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa, demi membina hubungan ekonomi yang lebih erat dengan Rusia.

Keputusan itu mengucurkan dana talangan miliaran dolar dari Moskow yang menurut analis menghindarkan negara miskin itu dari kebangkrutan yang hampir pasti. Tetapi demonstran pro-Eropa yang marah karena Ukraina berpaling ke Moskow, turun ke jalan-jalan ibukota, Kyiv, dan sejak itu terus melancarkan protes. Protes itu memicu bentrokan mematikan antara demonstran dan polisi.

Pada Sabtu, oposisi membantah tuduhan bahwa demonstran menyandera dua petugas polisi dalam balai kota Kyiv yang mereka kuasai. Pejabat-pejabat Ukraina memperingatkan demonstran agar membebaskan petugas itu atau menghadapi tindakan polisi untuk membebaskan mereka. Presiden Yanukovych bertemu para pemimpin oposisi Sabtu untuk ketiga kalinya dalam seminggu.
XS
SM
MD
LG